Jumat, 28 Juli 2017

forex  Forex

Sentimen Risk Aversion Topang Dollar Paska Data Ekonomi

Rabu, 27 Maret 2013 21:08 WIB
Dibaca 611

Monexnews -

Dengan pelemahan bursa saham AS dan berbagai indeks saham Eropa seperti Yunani -7.9%, indeks Spanyol -7.3%, Russia -5.2%, Italia -3.5% sementara indeks saham sektor perbankan EU -5.7%. Alhasil aksi sell-off di mata uang utama juga tampak konsisten dengan sentimen risk aversion yang mendominasi bursa saat ini.

Pelemahan yang terjadi dipicu oleh data zona Euro yang lebih lemah, ditambah lagi laporan ekonomi AS gagal meredakan kekhawatiran setelah laporan pending home sales jatuh -0.4% di bulan February setelah sempat naik 3.8% bulan sebelumnya.

Mata uang Dollar AS dan Yen Jepang diuntungkan oleh aksi pengalihan resiko / risk aversion para investor ini, melihat kedepan jika data retail sales Jerman dan angka pengangguran tidak juga memberikan hasil positif, maka pairing EURUSD dapat kembali tertekan dibawah area 1.2700 seiring penguatan Dollar dan Yen Jepang.

Sementara itu para pelaku pasar juga mengalihkan arus modalnya ke obligasi Jerman akibat ketakutan bahwa template bailout Cyprus akan diterapkan pada bailout di negara member lainnya. Para investor berbondong-bondong menuju ke obligasi negara terkuar di zona Euro untuk keamanan dana. Yield obligasi Jerman pada tenor 10-tahun diperdagangkan di level terendah sejak Agustus.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada komentar petinggi Federal Reserve, antara lain Rosengren, Pianalto, Potter dan Kocherlakota. Namun komentar Rosengren yang merupakan satu-satunya voter FOMC yang berpotensi untuk mempengaruhi pergerakan market.

Rosengren yang dikenal dovish diperkirakan akan mengeluarkan komentar yang serupa dengan Dudley yang memberikan argumen untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat akomodatif dari bank sentral.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar