Monexnews - Untuk pertama kalinya dalam 4 hari terakhir Euro diperdagangkan menguat terhadap Dollar AS. Mata uang tunggal ini mampu beranjak menjauh dari posisi terendah 2-tahun seiring para investor memangkas sebagian posisi bearish. Keberhasilan data China dalam meredam kecemasan perlambatan ekonomi juga telah memulihkan sentimen resiko secara luas, dengan saham AS menghentikan penurunan 6 hari beruntun.
"Kendati data China tidaklah seburuk yang diperkirakan sebelumnya, downgrade Italia masih menyisakan keraguan atas kemampuan para pembuat kebijakan dalam menanggulangi krisis hutang," kata Omer Esiner, kepala analis pasar Commonwealth Foreign Exchange di Washington D.C.
Moody’s memangkas rating hutang Italia sebanyak 2 tingkat menjadi ‘Baa2’ pada hari Jumat, menyusul munculnya keraguan terhadap tekad pemerintah Italia dalam mengimplementasikan reformasi yang sangat dibutuhkan.
"Dengan Euro yang telah merosot begitu banyak dalam beberapa pekan terakhir, selalu ada potensi untuk terjadinya short squeeze. Namun setiap penguatan Euro seharusnya tidak akan bertahan lama."
Sepanjang tahun ini Euro telah kehilangan sekitar 5,5% terhadap Dollar AS, melampaui kerugian yang ditorehkan sepanjang tahun 2011. Langkah European Central Bank menurunkan suku bunga deposito dan pinjaman beberapa waktu lalu juga telah turut andil dalam memperburuk performa Euro. (vid)

Komentar