Senin, 23 Januari 2017

forex  Forex

Sikap ECB Masih Bebani Euro

Jumat, 4 April 2014 15:54 WIB
Dibaca 560

Monexnews - Euro melanjutkan pelemahan terhadap dollar, dan saat ini telah merosot dalam tiga hari beruntun. Sikap dovish  European Central Bank yang mempertimbangkan beberapa opsi untuk meredam acaman deflasi kedepannya memicu spekulasi akan terjadi pelonggaran moneter lebih lanjut. Inflasi Zona Euro pada bulan Maret tumbuh sebesar 0,5% dari tahun sebelumnya, dan melambat dari bulan sebelumnya ketika tumbuh 0,7%.EURUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1.3703 dengan level tertinggi harian 1.3722 dan terendah 1.3694.

Dalam rapat kebijakan moneter kemarin, ECB mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 0,25%, dan deposit facility sebesar 0%. Namun dalam konfrensi pers setelah pengumuman tersebut, Presiden ECB, Mario Draghi, mengatakan pembuat kebijakan moneter mendiskusikan pelonggaran  kuantitatif (QE) sebagai salah satu opsi jika ancaman deflasi meningkat. Opsi lain yang mungkin akan di ambil adalah kembali melakukan pemangkasan suku bunga dan deposit facility.

Namun QE versi ECB mungkin akan berbeda dengan QE yang dilakukan oleh Federal Reserve. Perbedaan dinamika pinjaman antara AS dan Zona Euro menjadi penyebabnya. Pasar modal di AS lebih besar sehingga memudahkan bagi Fed untuk menuntun perekonomian melalui pembelian aset.

Perusahaan AS memanfaatkan pasar untuk memperoleh tiga perempat dari total pinjaman mereka, sementara perusahaan di kawasan Euro mengandalkan pinjaman pada bank.  Hal tersebut akan menyulitkan bagi ECB untuk menggunakan langkah pembelian aset guna meningkatkan kondisi kredit perusahaan kecil dan menengah yang merupakan tulang punggung ekonomi Eropa.  (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar