Monexnews - Poundsterling diperdagangkan menguat versus Greenback kendati rilis data hari Jumat menunjukkan pertumbuhan sektor jasa Inggris melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juli. Perlambatan sektor yang menjadi penyumbang terbesar ekonomi Inggris tersebut memang tidak seburuk ekspektasi pasar sebelumnya, namun tetap menjaga keraguan tentang pemulihan ekonomi yang telah menderita kontraksi dalam 3 kuartal berturut-turut.
Ekspektasi buruk para pelaku pasar sebelumnya cukup beralasan mengingat sebuah hasil survey yang dirilis pada awal pekan menunjukkan aktivitas sektor manufaktur menyusut pada laju tercepat dalam hampir 3 tahun.
"Pasar berharap perekonomian Inggris akan dapat rebound secara moderat pada kuartal ke-3, kendati hal tersebut tidak akan mengubah gambaran pertumbuhan yang stagnan," kata Lee Hardman, ekonom mata uang BTMU. "Sebuah prospek pertumbuhan yang lemah dan kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut masih akan mendatangkan tekanan negatif bagi Sterling."
Bank of England telah mempertahankan suku bunga dan target QE tidak berubah pada hari Kamis. Namun sejumlah harapan mulai berkembang bahwa BoE akan memilih untuk memperlonggar kebijakan moneternya lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang guna merangsang perekonomian yang lesu. (vid)

Komentar