Sabtu, 27 Mei 2017

forex  Forex

Sterling Terkoreksi, Nantikan GDP

Kamis, 22 Mei 2014 10:57 WIB
Dibaca 559

Monexnews - Sterling diperdagangkan melemah di perdagangan sesi Asia hari ini setelah menguat tajam dalam dua hari beruntun terhadap dollar. Naiknya inflasi dan penjualan ritel Inggris menopang pergerakan sterling sebelumnya.

Office for National Statistic mengatakan inflasi Inggris bulan April naik sebesar 1,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya, di atas estimasi kenaikan sebesar 1,7% dan dari bulan sebelumnya ketika naik 1,6%. Sementara penjualan ritel di bulan April melonjak 1,3%, dari bulan sebelumnya, jauh di atas estimasi sebesar 0,4%. Data penjualan ritel di bulan Maret juga direvisi naik menjadi 0,5% dari sebelumnya 0,1%.

Terus meningkatnya harga rumah di Inggris memberikan risiko terjadinya bubble  di pasar perumahan, yang memberikan tekanan bagi Bank of England untuk mengambil tindakan guna meredam kenaiakan harga rumah tersebut, salah satunya dengan menaikkan suku bunga. Selain itu minutes rapat terakhir Bank of England juga menunjukkan beberapa pejabat mulai lebih banyak membahas kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2007.

ONS hari ini akan merilis data GDP pengukuran kedua pada kuartal I, yang diperkirakan tidak berubah dari pengukuran pertama sebesar 0,8%. GBPUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1.6890 atau melemah 0,06%. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar