Kamis, 19 Oktober 2017

forex  Forex

US Dollar Fluktuatif Paska Pelonggaran Moneter China

Senin, 2 Maret 2015 17:13 WIB
Dibaca 927

Monexnews -

Dollar AS fluktuatif paska keputusan mengejutkan Beijing untuk memangkas suku bunga acuan untuk kedua kalinya dalam 4 bulan terakhir, sekaligus menjadi sinyal divergensi kebijakan moneter global lebih lanjut.

Indeks Dollar AS sempat menguat ke level tertinggi 11-tahun terhadap major currencies sebelum akhirnya terkoreksi menurun sejauh ini diperdagangkan di level 95.27, menjauhi titik tertinggi intraday di 95.54 dan level terendahnya hariannya di 95.26.

Bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman sebesar 25 basis point menjadi 5.35%, sementara suku bunga deposit juga dipangkas 25 basis point ke level 2.5%. PboC menampik bahwa tekanan deflasi yang menjadi alasan pelonggaran moneter tersebut, dan berdalih bahwa penurunan harga komoditas dunia lah yang memberikan ruang bagi bank sentral untuk memberikan kebijakan stimulus untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi.

China kini bergabung dengan negara lainnya di zona Euro dan Jepang untuk melonggarkan moneter ditengah tekanan deflasi, sementara Federal Reserve justru sebaliknya cenderung memperketat moneter seiring pemulihan aktivitas ekonomi AS.

Secara terpisah pasar asset emerging market Russia disorot tajam, setelah pemimpin oposisi pemerintah Boris Nemtsov terbunuh di dekat Kremlin pada hari Jumat kemarin. Alhasil mata uang Ruble anjlok lebih dalam, secara keseluruhan telah merosot 40% dalam 6 bulan terakhir terhadap Dollar AS. 

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar