Jumat, 24 Maret 2017

forex  Forex

Volatility US Dollar Berpotensi Meningkat

Senin, 28 April 2014 17:30 WIB
Dibaca 656

Monexnews -

Mata uang US Dollar anjlok di awal perdagangan pekan ini akibat keengganan para investor mengambil posisi sebelum mendapatkan update review kebijakan moneter oleh Federal Reserve.

Selain itu pada pelaku pasar juga masih menunggu rapat moneter BoJ yang diharapkan dapat memberikan sinyal kucuran stimulus lebih lanjut.

Dalam dua pekan terakhir indeks Dollar AS bergerak dalam range trading yang sempit serupa dengan pairing EURUSD, sementara USDJPY juga sempat melemah akibat tensi ketegangan Ukraina. Namun Euro berhasil melejit akibat rumor pembelian Euro oleh bank sentral Russia.

Mr. Obama sendiri diekspektasikan akan mengeluarkan sanksi terbaru untuk individu dan perusahaan Russia untuk menghambat perekonomian Russia, namun AS diperkirakan mengendurkan hukuman dan memberikan hukuman pada beberapa sektor energi secara penuh, khususnya di sektor perbankan dan perusahaan pertahanan, meski belum tertutup kemungkinan untuk kedepannya hukuman AS terhadap Russia akan diperluas.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada rapat FOMC yang diperkirakan akan kembali melakukan tapering sebesar $10 milyar, dengan statement FOMC yang mungkin tidak banyak berubah namun mengkonfirmasi perbaikan beberapa indikator ekonomi.

Selain itu data pertumbuhan GDP AS, ISM manufaktur dan data tenaga kerja kunci AS turut menjadi faktor fundamental yang berpotensi menyebabkan kenaikan volatility di major currencies, setelah bergerak dalam range trading yang cukup sempit dalam dua pekan terakhir.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar