Senin, 27 Maret 2017

forex  Forex

Yen Catat Kinerja Terburuk Sepanjang 2014

Selasa, 9 September 2014 11:34 WIB
Dibaca 684

Monexnews -

Nilai tukar yen Jepang tercatat semakin terpuruk ke kisaran rendah dalam 6 tahun terakhir di perdagangan hari Selasa (9/9) terutama terkait rally dollar AS serta setelah dirilisnya ‘minutes’ atau notulen hasil rapat pertemuan Bank of Japan di bulan Agustus lalu.

Kurs yen ditransaksikan pada kisaran 106.22 setelah anjlok hingga 106.33 terhadap dollar AS, platform Reuters. Sedangkan pada sesi Senin kemarin, yen berakhir ditutup pada level 106.03 setelah tergerus hingga 106.08.

Penguatan dollar AS hari ini terutama tertopang oleh laporan hasil riset dari bank sentral San Francisco yang kemudian membantu sentimen untuk mendongkrak dollar. Sebuah survei dari San Francisco Fed mencatat bahwa penilaian kalangan investor terhadap prospek kenaikkan suku bunga AS nampak lebih rendah bila dibandingkan dengan para anggota the Fed itu sendiri.

Hal itu mengindikasikan bahwa isu kenaikkan suku bunga, kini telah menjadi wacana kalangan elite moneter di bank sentral dalam setiap kali mengadakan rapat.

Indikasi tersebut turut memperkuat dugaan bahwa kenaikkan suku bunga AS akan terealisasi lebih cepat dari jadwal semula, sehingga dollar AS pun kian menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia termasuk terhadap yen.

Indeks dollar (=USD) hari ini mencatat level tertinggi baru di tahun 2014, pada 84.42, sekaligus mencatat level tertinggi sejak bulan Juli 2013 silam. Dan tren indeks USD terlihat masih berpotensi menguat lebih lanjut.

Sementara, hasil minutes Bank of Japan mengatakan bahwa bank sentral kini terus memantau tren harga di pasar dan mentargetkan bahwa laju inflasi akan stabil pada kisaran 2% dan akan tercapai hingga tahun 2015.

Bank of Japan pada bulan April 2013 lalu telah meluncurkan langkah pelonggaran moneter agresif dengan target di tahun 2015. Pada bulan Agustus lalu, anggota dewan memutuskan untuk mempertahankan target kebijakan sesuai ekspektasi, termasuk pada bulan September ini.

Kebijakan longgar BOJ berupa gelontoran stimulus tersebut, kontras dengan kebijakan dari Federal Reserves yang segera akan mengakhiri program stimulusnya dan mulai beralih kepada kebijakan pengetatan moneter. Sehingga kondisi tersebut turut melemahkan nilai valuta yen Jepang, namun sebaliknya, dollar AS semakin kokoh.

 

 

(DaruWibisono)   

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar