Kamis, 23 Maret 2017

forex  Forex

Yen Terus Melemah DiTengah Laporan Penundaan Kenaikan Pajak Penjualan

Selasa, 11 November 2014 16:51 WIB
Dibaca 822

Monexnews - Yen turun ke level terlemah dalam tujuh tahun terhadap dollar di tengah laporan bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mempertimbangkan untuk menunda rencana kenaikan pajak penjualan dan menyerukan untuk mengadakan pemilu dadakan pada bulan depan.

Dollar pertahankan penguatannya di tengah tanda-tanda menguatnya ekonomi AS sebelum dirilisnya sebuah laporan pada pekan ini yang para ekonom katakan akan menunjukkan menguatnya penjualan retail di bulan Oktober. Mata uang Korea Selatan,won, tergelincir pada spekulasi Gubernur Bank of Korea Lee Ju Yeol akan sinyalkan pada pekan ini sebuah outlook untuk pelonggaran moneter lebih lanjut. Abe mempertimbangkan untuk mengadakan pemungutan suara pada tanggal 14 Desember atau 21 Desember setelah memutuskan kenaikan pajak, di laporkan oleh surat kabar Jepang, Yomiuri, pada hari ini, mengutip dari beberapa anggota senior pemerintah dan partai Demokrat yang sedang berkuasa saat ini.

"Ada pembicaraan bahwa tahap selanjutnya dari pajak konsumsi dapat di tunda dan kemudian ada ancaman oleh Perdana Menteri bahwa dia mungkin akan mengundurkan diri," kata Jane Foley, analis mata uang senior di Rabobank International di London. "Ini adalah reaksi spontan dan saya ragu jika itu akan tetap seperti ini di dalam lintasan seperti itu. Namun, momentum dipasar untuk kenaikan dollar terhadap yen tentunya juga masih ada."

Yen melemah sebesar 0.8% menjadi 115.90 per dollar pada pukul 16.44 wib dan sebelumnya sempat menyentuh level 116.01, itu adalah level terlemah sejak Oktober 2007. Mata uang Jepang tergelincir sebesar 143.69 per euro. Mata uang blok 18 negara hanya sedikit berubah di $1.2407

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar