Monexnews - Untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir Euro kembali diperdagangkan melemah terhadap Dollar AS pada hari Jumat seiring kembali merebaknya kecemasan atas penyebaran krisis hutang di zona Euro akibat kenaikan yield obligasi Spanyol, serta kekhawatiran pertumbuhan global menyusul rilis data China yang mengecewakan.
"Spanyol dan China telah menjadi penggerak utama pasar hari Jumat, namun Euro tengah berada dalam fase konsolidasi dan kemungkinan masih akan bergerak dalam kisaran terbatas antara $1.30-$1.34 untuk sementara waktu," kata Mark McCormick, analis mata uang G-10 pada Brown Brothers Harriman di New York. "Pasar Asia cenderung lebih tenang dalam merespon data China, sementara pasar Eropa dan Amerika Serikat melihatnya sebagai sebuah faktor yang lebih mengkhawatirkan."
Imbal hasil pada obligasi pemerintah Spanyol bertenor 10-tahun masih terus bertahan di dekat level tertinggi 2012 yang dicetak pada awal pekan ini, sehingga memicu kekhawatiran bahwa Spanyol juga akan menjadi korban krisis hutang zona Euro berikutnya seiring pemerintah terus berjuang mencari solusi untuk mengikis beban hutang yang besar.
Data terbaru juga memperlihatkan jika bank-bank Spanyol sangat bergantung pada fasilitas pendanaan European Central Bank, dengan mencatat rekor pinjaman tertinggi sebesar €316,3 milyar pada bulan Maret. Jumlah tersebut hampir 2 kali lipat dari jumlah pinjaman pada bulan Februari. (vid)

Komentar