Selasa, 21 November 2017

gold-updates  Gold Updates

China Mungkin Akan Tingkatkan Kepemilikan Cadangan Emasnya

Selasa, 16 September 2014 11:16 WIB
Dibaca 420

Monexnews - China mungkin akan bergabung dengan negara berkembang lainnya dalam meningkatkan cadangan emas seiring logam mulia saat ini menjadi bagian yang paling kecil dari kepemilikan valuta asing dibandingkan dengan ekonomi negara maju, kata seorang analis di London.

Negara ini belum pernah umumkan adanya perubahan dalam kepemilkian cadangan emas sejak pemerintah di tahun 2009 mengatakan bahwa mereka memiliki total emas sebanyak 1,054.1 metrik ton. Di saat China yang saat ini memiliki cadangan devisa terbesar di dunia, emas hanya menyumbang sekitar 1.1% dari total cadangan devisanya, di bandingkan dengan kepemilikan cadangan emas sekitar 70% untuk AS dan Jerman, yang merupakan salah satu pemilik emas terbesar, di tunjukan dalam data di World Gold Council.

"Jelas bahwa bank sentral negara Barat dari waktu ke waktu telah mengurangi cadangan devisanya dan China serta negara Asia lainnya malah makin meningkatkan," kata David Marsh, direktur umum di the Official Monetary and Financial Institutions Forum, pada tanggal 11 Septembner lalu dalam sebuah wawancara di Beijing. "Emas akan menjadi lebih di perdagangkan di antara bank-bank sentral dalam 30 tahun kedepan karena ada ketidakseimbangan kolosal di dalam kepemilikan emas dunia dari persentase kepemilikan cadangan aset secara keseluruhan."

Bank sentral, yang menjadi pembeli net emas untuk 14 kuartal beruntun, membantu mengatasi kerugian pada emas pada tahun lalu yang mana emas turun ke level terendah sejak tahun 1981 dan mungkin mereka akan meningkatkan pembelian menjadi sebanyak 500 ton pada tahun ini setelah menambahkan sebanyak 409 ton pada tahun lalu, kata dewan yang berbasis di London pada tanggal 14 Agusts. Logam mulia naik sebanyak 3% pada tahun ini karena ketegangan geopolitik telah meningkatkan permintaan untuk aset haven.

Emas pada saat ini diperdagangkan naik sekitar 0.3% menjadi $1,237 pada pukul 11.10 wib. Logam mulia turun sebesar 28% pada tahun lalu, itu adalah penurunan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga dekade, dan turun sebanyak 36% dari rekor tertinggi di $1,921.17 yang di capai pada tanggal 6 September 2011.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar