Minggu, 22 Oktober 2017

gold-updates  Gold Updates

Emas Cetak Penutupan Tertinggi sejak Pertengahan November

Selasa, 11 Februari 2014 3:39 WIB
Dibaca 253

Monexnews -

Emas berjangka memperpanjang penguatan mereka untuk empat sesi beruntun pada hari Senin untuk di tutup di level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan seiring para pembeli dari China kembali ke pasar setelah libur Imlek.

Para trader emas juga berikan tawaran yang tinggi menjelang testimony dari ketua Fed Janet Yellen pada pekan ini atas kebijakan moneternya.

Emas untuk kontrak bulan April menguat $11.80, atau 0.9%, untuk settle di $1,274.70/onz di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Berdasarkan kontrak teraktif, harga berjangka belum pernah di tutup di level tertinggi seperti saat ini sejak 15 November, menurut data FactSet.

“Di buka kembalinya pasar China setelah di tutup untuk perayaan Imlek sejak 31 Januari adalah sebuah tanda yang menggembirakan untuk pasar emas dan mungkin akan mendukung harga emas,” kata analis HSBC.

Untuk di tahun 2013, China terlihat mencatat rekor produksi dan konsumsi emas,  berdasarkan data dari China Gold Association. Konsumsi emas di China selama tahun 2013 melampaui 1,000 ton untuk pertama kalinya, naik 41% dari setahun sebelumnya untuk mencapai sekitar 1.8 ton. Secara terpisah, asosiasi melaporkan bahwa produksi emas China naik sebesar 6,2% di tahun 2013 ke rekor 428,16 ton.

Emas berjangka naik sekitar 6% sejak awal tahun setelah menmukan beberapa pembelian safe haven pada bulan lalu seiring melemahnya pasar ekuitas global dalam menghadapi meningkatnya gejolak di pasar  berkembang. Emas merosot tajam di tahun 2013 seiring Federal Reserve bergerak untuk mengurangi stimulus moneternya.

“Ini menjadi pertanda baik untuk harga emas yang telah menarik minat investor dimana harga telah menunjukkan tanda-tanda yang stabil, namun dalam pandangan kami, tanpa ada perubahan yang lebih berarti dalam sentimen, harga mungkin akan berjuang untuk mempertahakan penguatan akhir-akhir ini,” tulis Suki Cooper, analis di Barclays dalam catatannya.

“Data makro yang di rilis akan terus menjadi kunci dalam menentukan nada perdagangan dan harga telah di dorong oleh hasil data yang lebih lemah dari perkiraan pada NFP AS pada hari Jumat lalu mengingat korelasi negatif masih berlangsung. Namun, bantalan untuk harga masih akan di tentukan oleh pembelian di China dan India, dengan fokus khususnya pada apakah pembatasan perdagangan akan di hapus atau tidak di India.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar