Kamis, 23 November 2017

gold-updates  Gold Updates

Emas Cetak Reli Terpanjang Dalam 2 Bulan Pada Aksi Beli Haven

Kamis, 16 Oktober 2014 3:07 WIB
Dibaca 396

Monexnews - Emas di tutup dengan reli terpanjang sejak Agustus seiring melemahnya perekonomian global dan merosotnya ekuitas AS yang telah membangkitkan kembali permintaan untuk logam mulia sebagai aset haven.

Lebih dari $970 juta telah di tambahkan ke nilai dari produk berlatar belakang emas yang di perdagangkan oleh bursa global pada bulan ini. Logam mulia telah kembali menjadi pilihan setelah pejabat Federal Reserve mengindikasikan melemahnya ekspansi asing akan menimbulkan resiko terhadap outlook AS. Penjualan retail di Amerika Serikat turun lebih dari perkiraan di bulan September, di tunjukan oleh data pemerintah pada hari Rabu.

Biaya konsumen yang stabil di pasangkan dengan kecemasan terbaru pada pertumbuhan dari Fed telah meningkatkan keraguan bahwa bank sentral akan naikan suku bunga dengan segera. Emas merosot sebesar 8.4% di kuartal ketiga seiring indeks Standard & Poor 500 mencapai level tertinggi sepanjang masa dan prospek untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi telah memangkas permintaan untuk aset anti inflasi. Indeks ekuitas telah turun ke level terendah sejak April pada hari ini.

"Kami melihat beberapa minat baru pada emas," kata George Gero, seorang analis logam mulia di RBC Capital Markets LLC di New York. Investor "telah merespon terhadap melemahnya angka ekonomi dan kemerosotan di pasar ekuitas AS," katanya.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember naik 0.9% untuk settle di $1,244.80/onz di Comex New York, itu adalah kenaikan sesi ketiga beruntun dan menjadi reli terpanjang sejak 14 Agustus. Perdagangan telah menjadi dua kali lipat untuk 100 hari terakhir pada saat ini, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomberg.

Harga emas naik sebesar 2.4% pada pekan lalu, itu adalah yang terbesar sejak Juni. Minutes dari pertemuan Fed bulan September yang di rilis pada tanggal 8 Oktober menyoroti meningkatnya kecemasan bahwa penguatan dollar mungkin akan melukai ekspor. Para pembuat kebijakan mempertahankan janji untuk menjaga suku bunga rendah untuk "waktu yang di pertimbangkan."

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar