Kamis, 23 November 2017

gold-updates  Gold Updates

Emas Melejit Atas Teknikal Buying Dan Geopolitik

Jumat, 8 Agustus 2014 3:16 WIB
Dibaca 361

Monexnews -

Emas naik pada hari Kamis atas aksi beli safe haven di tengah meningkatnya ketegangan di Irak dan Ukraina yang telah memperpanjang reli dari sesi sebelumnya, dan analis mengatakan bahwa logam mulia dapat menguat lebih lanjut setelah menembus ke atas level kunci resisten teknikal.

Emas naik setelah The New York Times melaporkan bahwa Presiden AS Barack Obama mempertimbangkan untuk serangan udara dan berikan bantuan darurat untuk membantu  40,000 warga yang beragama minoritas di Irak, yang terjebak di puncak gunung setelah terancam oleh milisi ISIS. Seorang juru bicara gedung putih kemudian tidak akan mengatakan jika serangan udara sedang di pertimbangkan.

Para analis mengatakan bahwa teknikal buying dapat mengangkat emas lebih lanjut setelah ketakutan tentang kemungkinan eskalsi konflik militer di Ukraina telah mengirim harga emas ke atas level resisten kunci, termasuk garis MA 50 dan 100 hari pada hari Rabu.

“Harga emas berhasil bertahan di atas sinyal MA 200 hari, meskipun beberapa kali berupaya untuk menembus ke bawah, yang mana itu dapat memikat pemain jangka pendek kembali ke pasar,” kata Edel Tully, analis logam mulia di UBS.

Emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Desember berakhir naik $4.30/onz di $1,312.50, di saat volume perdagangan sekitar 25% di bawah sinyal MA 30 hari, di tunjukan dalam data awal Reuters. Harga emas spot terakhir bergerak naik 0.5% di kisaran $1,312/onz.

Pada hari Rabu, emas melonjak sekitar 1.5% untuk mengalami kenaikan terbesar dalam satu hari dalam lebih dari sebulan, di picu oleh ketakutan tentang eskalasi konflik di Ukraina dan lemahnya pasar ekuitas global.

Emas awalnya turun karena naiknya ekuitas AS setelah data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pada pekan lalu.

Para investor emas meningkatkan keyakinannnya setelah European Central Bank mengatakan bahwa mereka pertahankan biaya pinjaman di rekor terendah karena krisis Ukraina telah meningkatkan resiko terhadap pemulihan di zona Euro yang saat ini lemah dan tidak merata.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar