Selasa, 21 November 2017

gold-updates  Gold Updates

Emas Semakin Rapuh di Tengah Pekan

Rabu, 16 April 2014 10:26 WIB
Dibaca 199

Monexnews - Hasil rilis data pertumbuhan ekonomi China hanya berdampak bagus terhadap kinerja harga produk keuangan negara itu, namun tidak bagi komoditi emas. Logam mulia favorit investor ini tampak rapuh setelah GDP China tumbuh di atas estimasi pada kuartal I 2014.

Perekonomian China tumbuh 7.4% pada periode Januari-Maret atau lebh baik ketimbang ekspektasi analis di level 7.3%. Pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu disambut baik oleh pelaku pasar finansial, di mana mereka kembali meminati beberapa aset termasuk mata uang seperti Dollar Australia. Namun tidak demikian halnya dengan emas, yang kemarin sudah mencatat koreksi harian terbesar sejak bulan Desember 2013. Fase pelemahan yang diawali kemarin bermula saat investor menerima kabar soal penurunan suplai uang di China. Berkurangnya aliran likuiditas ke sistem keuangan dikhawatirkan menghambat minat beli logam mulia di negara konsumen terbesar ke-dua dunia itu. Suplai uang di China bertambah 12.1% pada bulan Maret dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun angka itu masih lebih rendah dibandingkan target bank sentral yang sebesar 13%. Selain dipengaruhi oleh data ekonomi, penurunan emas juga disebabkan oleh berkurangnya konsumsi logam di India, negara pembeli emas terbesar sejagad.

Beberapa saat setelah data GDP dirilis, spot emas sempat tercatat di posisi $1298.47 per ons atau melemah $3.93 dibanding harga penutupan sebelumnya. Sedangkan kontrak emas kini terpantau pada level yang lebih rendah yakni di $1296.33 per ons (Monex Trader).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar