Jumat, 24 November 2017

gold-updates  Gold Updates

Faktor Permintaan China & India Seret Emas Ke Level Terendah

Senin, 15 April 2013 23:23 WIB
Dibaca 406

Monexnews -

Emas kembali terhantam di sesi Wall Street hari Senin, merosot lebih dari $140 per troy ons, setelah China melaporkan laju GDP yang lebih lemah dibanding estimasi, memicu gelombang panic selling baru akibat kecemasan melemahnya pembelian Emas oleh China dan India.

Alhasil, emas mengalami pelemahan intraday terbesarnya sejak February 1983. Terpantau sejauh ini harga Emas untuk kontrak bulan April, melorot -7.23% di level $1,376.00, setelah meraih titik tertinggi intraday di $1,495.46 dan level terendah hariannya di $1,356.10 per troy ons level terendah dalam 2 tahun terakhir.

Pelemahan Emas ini terjadi akibat rontoknya keyakinan para pelaku pasar pada stabilitas keuangan global, serta skenario inflasi tinggi  dan terhadap ekonomi secara keseluruhan, padahal 3 hal tersebut menjadi pondasi utama reli Emas.

Kecemasan juga timbul pada pembelian Emas Asia yang melambat, setelah China melaporkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah di triwulan sebelumnya sehingga para konsumen China yang kini memiliki uang lebih sedikit dapat menghentikan pembelian Emas. Di India, group industri Emas terbesar India memperingatkan bahwa negara tersebut telah kehilangan keyakinan pada logam mulia akibat pelemahan akhir-akhir ini.

Apalagi sebagian besar Investor Eropa melakukan profit taking Emas ditengah kecemasan pelambatan stimulus AS lebih dini dibanding estimasi sebelumnya, dan menyusul rumor penjualan cadangan Emas Cyprus sebagai bagian dari MoU paket bailout. Oleh sebab itu market melihat Emas masih memiliki ruang untuk melemah sehingga menimbulkan kepanikan.

Bargain hunter dan pembeli Emas fisik sejauh ini masih absen dari market dan kemungkinan akan menunggu harga kembali stabil sebelum memasuki market. Ketakutan pelambatan permintaan Emas oleh India dan China menjadi krusial pada musim nikah kali ini di India.

Di Cyprus, draft dokumen MoU bailout menunjukkan adanya proposal penjualan Emas bank sentral lebih dari $500 juta untuk membantu pendanaan sektor perbankan Cyprus. Hal ini memicu spekulasi bahwa negara member Euro lainnya yang bermasalah dengan hutang dapat mengikuti langkah Cyprus tersebut, sehingga terpicu automatic sell order ketika harga Emas anjlok dibawah $1475 per troy ons.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar