Selasa, 21 November 2017

gold-updates  Gold Updates

Harga Emas Dibayangi Prospek Stimulus Amerika

Kamis, 6 Juni 2013 8:30 WIB
Dibaca 228

Monexnews - Jumlah permintaan emas fisik berkurang di Asia, khususnya India, karena negara tersebut bank sentral dan lembaga investasi memangkas kebutuhan impornya. Sementara di sisi lain, faktor musiman juga tidak mampu mengangkat demand terhadap komoditi logam untuk saat ini. 

Demikian pandangan dealer logam mulia Sharps Pixley dalam laporannya. Pemerintah India pada hari Rabu (06/06) menaikkan pajak impor emas sebagai bagian dari program pengurangan konsumsi domestik. Pajak impor emas olahan kini terkena pajak 8% atau lebih tinggi dibanding persentase pungutan sebelumnya yang hanya 6%. Jelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat hari Jumat, sesi perdagangan akan dipenuhi kewaspadaan. Pengambilan posisi secara besar-besaran kemungkinan tidak terlihat karena investor lebih memilih untuk mengetahui hasil Non-farm Payrolls sebelum menentukan langkah transaksinya. Apabila sektor usaha Amerika mampu menyerap 200,000 pekerja baru sejak Mei hingga beberapa bulan ke depan, maka bank sentral berpotensi menghentikan gelontoran stimulus moneter. "Bullish emas semakin memudar pasca rencana Federal Reserve untuk memangkas jumlah pembelian obligasi," ulas Sharps Pixley. Outlook ekonomi yang lebih baik adalah alasan utama di balik masa depan pelonggaran moneter Amerika. Kontrak emas saat ini terpantau di level $1400.08 per ons.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar