Selasa, 24 Oktober 2017

gold-updates  Gold Updates

Kilau Emas Mulai Meredup

Kamis, 20 Maret 2014 19:18 WIB
Dibaca 309

Monexnews - Sejak menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir emas terus merosot, dan sampai saat ini melemah dalam empat hari beruntun. Daya tarik emas mulai memudar setelah meredanya ketegangan di Ukraina, ditambah lagi sinyal dari The Fed yang akan segera menaikkan suku bunga membuat emas semakin ditinggalkan.

Emas sejak awal tahun terus “bersinar” dimulai ketika terjadi gejolak di pasar uang negara berkemabang, kemerosotan bursa global, kemudian disusul pelambatan ekonomi China, dan AS membuat daya tarik emas sebagai safe haven meningkat. Namun satu-persatu katalis positif bagi emas tersebut mulai menghilang. Ketegangan di Ukraina yang membawa emas menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir telah mereda setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan tidak berniat mengambil alih Ukraina lebih lanjut.

Federal Reserve yang sejak jauh hari diperkirakan akan terus memangkas stimulus moneter sebesar $10 miliar akhirnya memenuhi ekspetasi tersebut. Dalam rapat selama dua hari, yang berakhir Kamis dini hari waktu Indonesia, Fed memutuskan untuk kembali memangkas stimulus. Dan sesuai prediksi pasar juga, Fed menghilangkan batas tingkat pengangguran 6,5% yang biasanya dijadikan acuan untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga, namun kejutan pimpinan Fed, Janet Yellen, yang mengatakan suku bunga kemungkinan naik enam bulan setelah stimulus moneter berakhir. Kemungkinan kenaikan suku bunga tersebut lebih cepat dari eskpetasi pasar. Dollar melonjak tajam, dan memberikan tekanan bagi emas.

Emas saat ini diperdagangkan pada kisaran $1.321,55 per troy ons, menjauhi level tertinggi harian $1.334,52. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar