Senin, 20 November 2017

gold-updates  Gold Updates

Potensi Penguatan Dollar Bebani Emas

Selasa, 13 Mei 2014 15:05 WIB
Dibaca 197

Monexnews - Emas diperdagangakan melemah pada hari ini, investor mempertimbangkan potensi penguatan dollar jelang dirilisnya data penjualan ritel AS, sementara eskalasi ketegangan geopolitik di Ukraina masih menjadi penahan kemerosotan emas lebih lanjut.

AS hari ini akan merilis data penjualan ritel dan penjualan ritel inti bulan April, yang diperkirakan  naik dari bulan sebelumnya, dan akan menjadi kenaikan dalam tiga bulan beruntun. Data tersebut berpotensi menguatkan dollar lebih lanjut. Penguatan dollar cenderung memberikan tekanan bagi emas yang berdenominasi dollar, karena menjadikan harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang selain dollar.

Emas juga tertekan setelah berlanjutnya outflow di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia. Pada hari Senin SPDR melaporkan outflow sebesar 2,39 ton menjadi 780,46 ton.  Selain itu permintaan emas dari China, konsumen emas terbesar di dunia juga masih lemah. Chinna Gold Association melaporkan penurunan permintaan emas batangan sebesar 44% pada kuartal pertama.

Sementara itu kelompok separatis Pro-Rusia di timur Ukraina berusaha untuk bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum pada hari minggu yang mayoritas mengatakan ingin bergabung dengan Rusia.  Namun pemerintah Ukraina mengatakan referendum tersebut tidak sah, yang berpotensi kembali meningkatkan ketegangan antara kedua belah pihak.

Emas saat ini diperdagangkan pada kisaran $1.290,84 per troy ons menjauhi level tertinggi harian $1.298,52. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar