Minggu, 20 Agustus 2017

Digoyang Demo, IHSG Kondusif

Jumat, 30 Maret 2012 17:43 WIB
Dibaca 32

Monexnews - Hari ini (30/03) DPR menggelar rapat pleno guna menentukan kenaikan harga BBM bersubsidi di Indonesia yang sempat tertunda beberapa saat. DPR akan memutuskan apakah akan menerima atau menolak RUU APBN Perubahan 2012 yang intinya menurunkan subsidi bahan bakar minyak. Ribuan orang yang terdiri dari buruh, pelajar maupun utusan partai melakukan demonstrasi di beberapa titik di Jakarta.  Konsentrasi massa dalam jumlah cukup besar terlihat di depan gedung DPR.

 Seperti perkiraan pasar sebelumnya, kemungkinan besar rapat paripurna akan meloloskan keinginan pemerintah. Sampai sore ini hanya partai Demokrat yang telah menyuarakan suara bulat untuk menerima kenaikan harga BBM sementara partai oposisi memilih untuk menolak dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pemerintah. Persetujuan DPR akan berdampak naiknya harga eceran BBM bersubsidi. Harga BBM di semua negara pasti akan selalu dipengaruhi gejolak harga minyak dunia. Indonesia tercatat sebagai negara pengimpor minyak akibat kebutuhan yang lebih tinggi dari produksi.

Secara historis, dalam 10 tahun terakhir Indonesia sudah mengalami tiga kali kenaikan harga minyak bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini mendesak pemerintah untuk menaikkan harga BBM, yakni pada tahun 2005 dan tahun 2008.

 Awal tahun 2006, pemerintah menghapus seluruh subsidi energi. Saat itu harga minyak dunia menembus angka di atas $150/barrel. Tarif BBM langsung melonjak di atas 100%, termasuk minyak tanah dan solar. Namun pertengahan tahun 2008 DPR berhasil mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Saat itu harga minyak dunia berada dalam kondisi normal (di bawah $100/barrel) sejak pertengahan tahun 2007. Sementara dalam RAPBN tahun 2012, harga minyak diasumsikan hanya sebesar $90/barrel.

 Terhitung 1 April 2012, pemerintah berencana akan menaikkan lagi harga BBM bersubsidi dengan alasan untuk mengamankan anggaran pendapatan dan belanja negara. Tanpa menaikkan harga BBM, besar subsidi dapat mencapai Rp 191 triliun. Pemerintah akan menaikkan harga BBM terutama untuk bensin jenis premium dengan besaran antara Rp. 500-1500/liter (33%) dari harga eceran bensin dan solar saat ini Rp 4.500.

 Sebelumnya pada hari Senin (26/03) rapat kerja Badan Anggaran DPR dengan Menteri Keuangan dan Menteri ESDM, telah menyepakati subsidi energi Rp 225 triliun; Rp 137,4 triliun di antaranya untuk BBM, LPG, dan bahan bakar nabati, serta Rp 30,6 triliun untuk kompensasi kenaikan BBM. Dampak dari ini pemerintah akan menaikkan harga eceran BBM bersubsidi sebesar Rp 1.500 per liter. Jika tak dikurangi, subsidi akan membengkak menjadi Rp 191 triliun. Harga minyak bumi diasumsikan rata-rata 105 dollar AS (dalam UU APBN 2012 asumsi harga 90 dollar AS) sementara produksi minyak mentah nasional 930.000 barrel per hari.

 Banyak hal yang menyebabkan penolakan kenaikan diantaranya ketidakmampuan pemerintah menaikkan produksi minyak yang tak beranjak dari angka 900.000 barrel per hari, realisasi diversifikasi energi yang nihil , sampai kelemahan manajemen PLN.

Gejolak harga minyak karena ketegangan di Timur Tengah dan krisis hutang Eropa sudah diperhitungkan dalam penyusunan APBN 2012. Proyeksi perlambatan ekonomi dunia tak berpengaruh banyak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan tahun ini 6,5%.

 Dampak demo penolakan kenaikan harga BBM tidak memberi pengaruh yang besar pada harga di lantai bursa. Pada hari Kamis (29/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 14,59 poin (0,36%) dan ditutup di level 4.105,17. Padahal, hampir seluruh bursa di Asia kemarin bergerak negatif. Kinerja bursa Asia kemarin tidak banyak mempengaruhi kinerja IHSG di tengah kondisi dalam negeri yang memanas akibat demo penolakan kenaikan BBM. Aksi demo tak sampai berpengaruh terhadap kegiatan bisnis termasuk aktivitas di pasar modal.

 

 

 

 Hari ini (30/03) IHSG dibuka menguat seiring dengan penguatan rupiah. Indeks melanjutkan penguatan setelah hari Kamis (29/03) IHSG ditutup naik 14.59 poin (0.35%) di level 4.105,167 dengan nilai transaksi sebesar 8,37 juta lot atau Rp4,67 triliun. Investor asing masih terlihat melakukan pembelian senilai Rp559,12 miliar. IHSG masih berpotensi untuk menguat.

 Beberapa saham yang masih menjadi saham pilihan, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Astra International Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Gudang Garam, PT Intiland Development Tbk, PT PP Tbk, PT Adhi Karya Tbk, serta PT Summarecon Tbk. 

Sementara untuk saham yang menjadi perhatian pasar diantaranya adalah PT Bakrieland Development Tbk, PT Citra Marga Nusaphala Tbk, dan PT PP Tbk. 

 Hasil sidang diharapkan dapat memenuhi aspirasi rakyat terlepas dari muatan politik yang terlihat sangat kentara memainkan peranan. Kenaikan BBM tahun ini lebih banyak ditunggangi oleh muatan politik dibandingkan dengan urgensi dari kenaikan harga itu sendiri jika dilihat dari pergerakan harga minyak dunia dan asumsi harga yang digunakan dalam RAPBN 2012.

 (din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar