Minggu, 20 Agustus 2017

China Gagal Hadirkan Euforia Di Awal Q2

Selasa, 3 April 2012 4:11 WIB
Dibaca 29

Monexnews - Sentimen resiko sempat merebak di hari perdagangan pertama kuartal ke-2 tahun 2012 menyusul hasil kuat yang diperlihatkan oleh data manufaktur China yang dirilis akhir pekan lalu. Aktivitas pabrik di negeri tirai bambu berekspansi lebih cepat dengan mencatat kenaikan menjadi 53,1 pada bulan Maret dari 51,0 bulan sebelumnya, yang meredam kecemasan perlambatan ekonomi China dan membangkitkan optimisme terhadap pertumbuhan global. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama, euforia berangsur mereda seiring pelaku pasar mulai mempertimbangkan laporan manufaktur China lainnya, yang dirilis lembaga swasta pada hari yang sama.

Hasil survey yang dirilis HSBC dan konsultan keuangan Markit justru memperlihatkan hasil yang bertolak belakang, dimana sektor manufaktur China nampak masih tertahan di level kontraksi 48,3, yang mungkin saja akan mendorong otoritas China untuk menurunkan suku bunga guna mendongkrak performa ekonomi di tengah tanda-tanda inflasi yang mulai merayap lebih tinggi.

Kebingungan pelaku pasar dalam menentukan arah berbuah dengan keluarnya likuiditas dari pasar, dengan volume perdagangan yang diperkirakan masih akan tetap tipis menjelang libur Paskah di akhir pekan nanti.

Di samping itu, serangkaian data ekonomi negara-negara maju yang lebih lemah dari ekspektasi juga semakin membuat para investor enggan memasuki pasar dan menghindari aset-aset beresiko. Pelaku pasar jelas tidak dapat mengabaikan data Australia yang dirilis pada awal sesi perdagangan hari Senin, dimana persetujuan pembangunan mengalami penurunan hingga 7,8% sepanjang bulan Februari setelah mencatat peningkatan 1,1% bulan sebelumnya. Indeks Tankan yang dirilis Bank of Japan juga memperlihatkan jika sejumlah perusahaan besar Jepang masih belum mampu bangkit dari kerterpurukan yang diakibatkan oleh bencana gempa dan tsunami tahun lalu, meskipun Yen telah bergerak melemah, ekonomi AS beranjak membaik dan kondisi zona Euro yang relatif lebih stabil.

Di tempat lain, Federal Reserve yang nampak sedikit lebih hawkish terhadap ekonomi AS juga turut menghadirkan tekanan bagi aset beresiko. Beberapa pidato terakhir Ketua Fed Ben Bernanke yang tidak mensinyalkan akan adanya QE3, ditambah komentar-komentar dari petinggi bank sentral seperti Kocherlakota yang berpandangan jika kebijakan sebenarnya bisa berbalik lebih cepat dari yang diperkirakan pasar, jelas telah sangat membantu Dollar dan memicu bullish.

Tema lainnya yang masih harus diperhatikan adalah fasilitas bailout Uni Eropa, yang berdasarkan berita terakhir telah ditingkatkan kapasitasnya menjadi €800 milyar melalui kesepakatan yang menyita perhatian. Dan sekali lagi, kendati terdengar positif, masih banyak spekulasi dan keraguan yang tersisa mengenai apakah kapasitas European Stability Mechanism (ESM) tersebut akan cukup untuk memenuhi kebutuhan dana pinjaman hingga pertengahan 2013. Apalagi jika kita pikirkan lebih dalam, kebutuhan dana bailout yang lebih besar menandakan jika perekonomian di kawasan itu masih membutuhkan stimulus yang lebih besar guna membantu menghadapi resiko krisis yang lebih dalam.

Dari beberapa faktor di atas, setidaknya kita dapat sedikit menyimpulkan jika pemulihan ekonomi global belum berjalan dengan stabil sehingga pelaku pasar masih harus berhati-hati dan waspada dalam mengoleksi aset-aset beresiko dan terkait pertumbuhan.

Studi Teknikal

 

EURUSD : Penembusan terakhir dan penutupan kembali di atas level 1.3300 telah membuka jalan untuk pengujian level tertinggi 2012 yang terletak sedikit di bawah area 1.3500 dalam beberapa hari ke depan. Keberhasilan melampaui area tersebut dapat membantu kelanjutan apresiasi menuju MA 200-hari yang saat ini berada di sekitar 1.3600, sebelum kembali turun mengingat prospek jangka panjang yang masih bearish.

 

USDJPY : Pergerakan bullish di tahun 2012 telah menyebabkan pergeseran struktural, yang membuat pasangan mata uang ini lebih berpeluang kembali menguji level tertinggi tahun ini di area 84.20 dalam jangka pendek untuk selanjutnya menuju target berikutnya di atas area 85.00. Sementara support terdekat berada di area 81.80, dengan hanya kejatuhan kembali di bawah 80.00 yang mungkin dapat menggagalkan laju kenaikan saat ini.

 

 

GBPUSD : Penembusan level psikologis 1.6000 telah membuka jalan bagi pasangan mata uang ini untuk kembali mendekati level puncak Oktober 2011 di area 1.6170. Namun dengan bias keseluruhan yang masih bearish, setiap pergerakan menuju level 1.6200 kemungkinan akan kembali menghadirkan tekanan jual. Penembusan dan penutupan harian di bawah 1.5945 mungkin diperlukan untuk sedikit meredam dorongan naik GBPUSD.

(vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar