Minggu, 22 Oktober 2017

Prospek Sumbangsih Ekspektasi QE3 Terhadap Emas

Senin, 9 April 2012 10:19 WIB
Dibaca 81

Monexnews -

Rilis data jobs AS kemarin, hari Jumat, tepatnya pada tanggal 6 April 2012, memberikan dampak yang sedikit menyenangkan bagi pergerakan harga emas, dan tentu saja berlaku sebaliknya bagi pergerakan mata uang AS sendiri, dimana dollar AS sendiri sempat melemah terhadap Yen Jepang, dimana level 81.50, yang masih bertahan di level tersebut, juga memberikan dampak kurang menyenangkan bagi bursa saham Jepang, Nikkei, yang anjlok akibat penguatan mata uang Yen, walau sampai saat ini intervensi yang sempat dikabarkan akan kembali dilakukan oleh bank sentral Jepang, BoJ, masih belum menunjukkan sinyal atau indikasi-indikasi yang berarti..

 

Rilis data jobs AS yang ternyata jauh lebih buruk dari perkiraan, yang diwakili oleh data Non-Farm Payroll, dengan angka rilis sebesar 120k, dengan perkiraan sebesar 207k, memunculkan ekspektasi adanya pelonggaran kebijakan yang mungkin akan dilakukan Federal Reserve Bank, guna memulihkan kondisi perekonomian di negara tersebut.

 

Harapan terhadap pergerakan naik harga emas kemungkinan akan terus mengemuka dalam beberapa hari kedepan, mengingat ketidakpastian yang masih meliputi situasi di Eropa dan AS yang membebani pemulihan ekonomi secara global. Akan tetapi, mulai surutnya permintaan dari China dan India memberikan dampak yang sepertinya kurang memberikan dampak signifikan bagi pergerakan harga emas global, akibat para investor yang kekurangan dana untuk membeli komoditi emas tersebut, walau harga saat ini mungkin bisa dianggap merupakan harga beli di kisaran $1635/36.

 

Lalu bagaimana dengan dollar AS sendiri? Dengan data-data ekonomi yang masih minim dukungan, sepertinya harga emas memiliki potensi yang cukup kuat dengan melemahnya dollar AS saat ini, walau mungkin belum dapat dikatakan signifikan, mengingat kekuatan dollar AS sendiri masih belum memberikan potensinya secara positif hari ini. Sebelumnya, Federal Reserve sendiri mungkin masih belum akan beranjak dari pendiriannya untuk tetap bertahan “netral” atas keputusannya untuk menggulirkan QE3 yang banyak dinanti pasar.

 

Saat ini emas masih bertengger di kisaran $1638/40. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat dampak rilis data jobs kemarin sepertinya masih akan terus mendera dollar AS. Lalu yang menjadi pemikiran saat ini adalah sampai seberapa lama dampak tersebut akan berlangsung? Bagaimanakah reaksi pasar dalam merespon hal tersebut?

 

Untuk menjawab hal tersebut, yaitu seberapa lama dampak melemahnya dollar AS akan terus berlangsung adalah dengan melihat potensi yang mungkin akan terjadi untuk munculnya quantitative easing babak 3. Dengan optimisme pasar bahwa QE3 tersebut akan terjadi dan bagaimana hal tersebut akan diwujudkan dalam sebuah bentuk kebijakan, sepertinya keberlangsungan pergerakan naik harga emas masih akan terus bertahan, paling tidak hingga Feds memberikan keputusannya secara jelas. Lalu, bagaimana reaksi pasar akan terjadi, adalah memiliki 2 (dua) kemungkinan.

 

Yang pertama adalah, emas akan bergerak turun, dengan asumsi bahwa Feds akan memberikan rencana kelulusan pelonggaran kebijakan, sehingga menarik minat investor untuk kembali bertransaksi di bursa saham AS dan mulai melepas emas sebagai langkah untuk investor guna memenuhi persyaratan likuiditas, yang mungkin akan menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi AS mulai menunjukkan hasilnya. Kedua, emas mungkin akan terus mengalami penguatan harga, dengan asumsi bahwa Feds masih belum menunjukkan sinyal adanya QE3 dan dengan potensi beberapa data ekonomi yang melengkapi kemungkinan terjadinya potensi tersebut. Selain itu, masih belum kondusifnya perekonomian di Eropa akibat krisis hutang yang terjadi disana secara berkesinambungan menunjukkan bahwa pasar akan terus menambahkan emas dalam portofolio investasi mereka.

 

 

 

Secara teknikal, sebagaimana digambarkan oleh pergerakan grafik tren harga, harga emas berpotensi untuk mengalami pullback. Untuk pergerakan turun, emas mungkin akan segera menemui kisaran resistance di level-level $1647 dan $1677. Sedangkan untuk pergerakan turunnya, kisaran support mungkin akan dapat segera ditemui di level-level $1615, untuk kemudian akan menemui level support berikutnya di $1560. Level harga yang berada di level rendahnya, memiliki potensi untuk memancing para trader dan investor untuk segera melakukan pembelian.

 

By: Ariana Nur Akbar, Senior Research & Analyst of PT Monex Investindo Futures.

(ar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar