Kamis, 27 April 2017

breaking-news EURUSD berbalik turun ke 1.0851 setelah Draghi mengatakan tidak ada pembahasan tapering

Target Emas $1725 Karena Bernanke

Selasa, 27 Maret 2012 11:30 WIB
Dibaca 12

Monexnews - Apa yang terjadi di pasar keuangan tadi malam sungguh mengejutkan pasar. Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat Ben Bernanke mengeluarkan pernyataan bahwa pemulihan ekonomi yang terjadi di AS saat ini masih jauh dari stabil dan untuk menjaga kestabilan pemulihan ekonomi, AS masih membutuhkan tingkat suku bunga rendah dan program stimulus pembelian aset yang besar (atau yang sering disebut pelonggaran kuantitatif).  Bernanke menilai bahwa turunnya tingkat pengangguran masih belum stabil, agar penurunannya berlanjut memerlukan pertumbuhan produksi dan permintaan konsumen dan bisnis yang lebih cepat. Untuk itu diperlukan kebijakan akomodatif lanjutan.

Pernyataan ini langsung ditanggapi pasar bahwa kebijakan pelonggaran kuantitatif ketiga (QE 3) masih berpeluang untuk diterapkan tahun ini. Padahal pada rapat kebijakan FOMC terakhir dan testimoni Ben Bernanke di depan komite perbankan parlemen tidak ada indikasi tersebut. Pada waktu itu sebagian besar pelaku pasar menilai kebijakan akomodatif tertutup rapat hingga akhir tahun ini.

Ben Bernanke, sejak krisis 2008 terjadi, telah memilih solusi untuk memulihkan perekonomian AS dengan menyediakan likuiditas berbiaya murah yang besar ke masyarakat. Dengan likuiditas murah tersebut diharapkan dapat menjadi modal yang bisa diputar di bisnis dan meningkatkan belanja konsumsi masyarakat AS. Kenaikan inflasi menjadi isu nomor dua bagi Fed saat ini. Pemulihan lapangan pekerjaan menjadi isu nomor satu. Oleh sebab itu, para pelaku pasar mengindikasikan bahwa pemulihan penurunan tingkat pengangguran saat ini menutup kemungkinan Fed memberlakukan QE 3 tahun ini.

Federal Reserve menjadikan yield obligasi pemerintah dengan tenor 10 dan 30 tahun menjadi benchmark tingkat suku bunga. Yield kedua obligasi tersebut belakangan ini terus meningkat sekitar 22,37% dan 13,12% sejak Bernanke melakukan testimoni di depan parlemen pada 29 Februari lalu dimana waktu itu dari testimoni Bernanke, para pelaku pasar menilai bahwa Fed tidak akan mengeluarkan QE3. Yield yang terus meningkat akan mengganggu program Fed. Ini kemungkinan yang menyebabkan Bernanke harus mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan QE 3 berpotensi dirilis agar yield kedua jenis obligasi ini turun.

Reaksinya sangat jelas terlihat di pasar. Dollar AS langsung melemah terhadap mata uang utama dunia. Sentimen minat terhadap resiko atau sering disebut risk appetite, langsung meningkat. Harga komoditi, indeks saham global langsung naik semalam dan bahkan bisa berlanjut pada sesi perdagangan hari ini.

Kebijakan pelonggaran kuantitatif notabene adalah kebijakan pembelian aset dengan mencetak uang baru. Ini akan memperbesar jumlah uang yang beredar di masyarakat dan tersedia dengan biaya murah. Tentunya sebagian uang ini akan dispekulasikan di pasar keuangan sehingga akan mendorong naik harga komoditas dan indeks saham. Likuiditas berlimpah juga akan meningkatkan prospek kenaikan inflasi.

Harga emas meroket cukup tinggi sesaat sesudah pengumuman dan hampir menyentuh level psikologis $1700 per troy ons. Sentimen positif dari pernyataan Bernanke akan mendukung kenaikan harga emas untuk beberapa hari ke depan dengan potensi target menuju area $1715 lalu ke $1725. Sementara support yang perlu diperhatikan adalah level $1670. Karena bila bergerak kembali di bawah level 1670, emas akan kembali melakukan konsolidasi antara $1634-1670. Resisten terdekat di $1700 per troy ons.

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

iyan 27 Maret 2012
it's true......