Selasa, 21 Februari 2017

Spanyol, Anak Nakal Eropa Selanjutnya

Rabu, 28 Maret 2012 12:54 WIB
Dibaca 3

Monexnews -  Krisis utang zona-euro memang telah mereda sejak Yunani sukses menjalankan program restrukturisasi utangnya. Suntikan likuiditas Bank Sentral Eropa (ECB) yang melebihi €1 triliun juga berhasil menenangkan kecemasan akan kebutuhan likuiditas pendanaan Eropa di tengah berlarutnya krisis. Namun, krisis belum lah selesai. Eropa masih memiliki Spanyol yang diprediksi akan menjadi korban berikutnya dari krisis utang. Kekhawatiran investor terlihat dari masih tingginya yield obligasi pemerintah Spanyol bertenor 10 tahun yang kini berada di level 5%; tidak begitu jauh dari level kritis 7%.

Spanyol, ekonomi terbesar no.4 di zona-euro, memang layak mendapatkan perhatian dari investor. Ukuran ekonomi Spanyol 2x lebih besar dari kombinasi ekonomi Irlandia, Portugal, dan Yunani. Dana bailout Eropa mungkin tidak akan sanggup membantu Madrid jika Spanyol terpaksa meminta bantuan keuangan.  

Ekonomi Spanyol masih belum pulih sejak bubble sektor property pecah pada tahun 2008. Berlarutnya krisis utang zona-euro dan maraknya kebijakan penghematan fiskal telah menggerogoti kinerja ekonomi. Daya beli masyarakat juga berkurang akibat tingginya inflasi dan sulitnya mencari pekerjaan. Tingkat pengangguran Spanyol bahkan melebihi 20%, tertinggi di zona-euro. GDP bahkan alami kontraksi 0,3% di kuartal terakhir 2011. Cukup realistis jika Spanyol akan alami resesi tahun ini mengikuti jejak Italia, Belanda, Belgia, Irlandia, Slovenia, Portugal, dan Yunani.

Spanyol memang layak mendapat predikat anak nakal Eropa selanjutnya. Madrid terlalu ambisius tetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4% untuk 2012. Target tersebut tidak akan tercapai apalagi dengan pemerintah yang bersiap menjalankan kebijakan penghematan.  Spanyol juga sepertinya tidak begitu peduli dengan pakta fiskal Eropa. Spanyol telah gagal mencapai target defisitnya tahun lalu dan untuk 2012 hanya targetkan defisit anggaran 5,3%; lebih tinggi dari yang diinginkan Eropa 4,4%.

Ketidak-seriusan Madrid telah membuat pasar ragu akan kemampuan Spanyol membenahi masalah utangnya. Perdana Menteri Italia, Mario Monti, telah utarakan kecemasan atas anggaran publik Spanyol karena dapat kembali memperburuk krisis utang zona-euro. Investor juga tidak yakin Spanyol akan berhasil jalankan kebijakan penghematan setelah partai penguasa pemerintahan, People’s Party (PP) gagal menangkan pemilu di Andalusia, wilayah terpadat di Spanyol. Seperti pemerintah pusat, pemerintahan daerah di Spanyol juga memiliki rekam jejak yang buruk. Wilayah Catalonia bahkan hanya berhasil mencapai defisit anggaran sebesar 3,7%; lebih tinggi dari target 2011 sebesar 2,6%.

Akhir minggu ini, perhatian investor akan tertuju ke Spanyol. Kamis, 29 Maret, serikat pekerja akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran sebagai protes atas reformasi Undang-Undang Tenaga Kerja. Jumat, 30 Maret, Perdana Menteri Mariano Rajoy akan mempresentasikan anggaran pemerintah di depan parlemen. Weekend, 30-31 Maret, pertemuan menteri keuangan Eropa akan kembali membahas apakah target defisit Spanyol realistis sehingga masih sesuai dengan pakta fiskal Eropa.

Keraguan investor terhadap kemampuan Spanyol memang telah membebani performa euro. Aksi demonstrasi dapat mendorong sebagian anggota parlemen untuk suarakan ketidak-setujuan atas kebijakan penghematan fiskal. Masih belum jelas apakah Madrid bisa suguhkan defisit anggaran yang kredibel dengan buruknya rekam jejak pemerintah. Pertemuan menteri keuangan Eropa juga mungkin akan kembali mengkritik kebijakan penghematan pemerintah Spanyol yang tidak begitu ambius. Ini tentunya akan membuat penguatan euro menjadi rapuh dan bisa memicu aksi sell on rally.

Meski demikian, akan sulit untuk mengharapkan pelemahan euro yang signifikan walaupun kondisi Spanyol diliputi ketidak-pastian. Euro mungkin akan bergerak sideways seiring munculnya harapan akan penambahan dana bailout Eropa. Kanselir Merkel telah utarakan instrumen bailout sementara (ESFS) dan tetap (ESM) dapat beroperasi bersamaan.  Pertemuan menteri keuangan Eropa di akhir pekan nanti mungkin akan berikan persetujuan atas penambahan dana bailout. 

Analisa Teknikal:

Dari grafik weekly, naiknya indikator stokastik akan menopang penguatan euro di dalam channel bullish mini-nya. Namun, kenaikan mungkin terhadang oleh Moving Average 100. Aksi profit-taking dapat melanda euro ketika menguji area 1.3486 hingga 1.3520 (area harga tertinggi 24 Januari hingga MA 100).

Mixed technical indicators mungkin isyaratkan mata uang tunggal Eropa ini akan bergerak sideways. Namun, pergerakan euro yang stabil diperdagangkan di dalam channel bullishnya memberikan ruang penguatan yang lebih besar.

Rekomendasi: buy on dips dengan level entry 1.3200 (MA 100 di grafik harian ) dengan stop loss 1.3130 (dekat harga rendah 22 Maret 2012). 1.3486 (harga tertinggi 24 Januari) akan menjadi target rally.

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

wicaksono 28 Maret 2012
mas firman, aku selalu bangga padamu. yang kuyakini bahwa kamu akan menjadi salah seorang leader di monex, bravo RSW