Minggu, 19 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Data Italia Ditunggu Euro

Rabu, 6 Agustus 2014 10:49 WIB
Dibaca 198

Monexnews - Indeks dollar AS masih tetap di level tinggi dekat 81.50 hari ini. Penguatan dollar AS didukung oleh membaiknya data PMI non-manufaktur AS yang dirilis lebih bagus dari perkiraan. Selain itu, kekhawatiran baru pasar terhadap konflik di Ukraina mendorong peralihan sebagian investasi ke aset yang lebih aman termasuk dollar AS. Indeks saham AS terkoreksi dalam semalam.

Sentimen negatif dari konflik di Ukraina ini juga mendorong pelemahan di indeks saham Asia pagi ini. Terlihat indeks saham Nikkei, Hangseng dan Kospi langsung dibuka turun.

Pagi ini telah dirilis data perubahan jumlah orang yang dipekerjakan di New Zealand untuk Bulan Juni. Hasilnya ternyata di bawah prediksi, hanya terjadi kenaikan 0,4% versus prediksi yang mengharapkan kenaikan 0,7%. Hasil ini mendorong pelemahan nilai tukar dollar Kiwi (NZD).

Dari pasar Eropa, pasar akan disuguhkan data Pesanan Pabrik Jerman, data CPI Swiss, data Produksi Manufaktur Inggris, dan data GDP kuartal kedua Italia. Data dari Italia akhir-akhir ini menjadi fokus pasar yang bisa menggerakan nilai tukar euro. Kemarin data PMI sektor Jasa Italia yang di bawah prediksi mendorong pelemahan nilai tukar euro. Data GDP kuartal kedua Italia diprediksi naik 0,1%, lebih bagus dari data GDP kuartal pertama yang turun 0,1%. Bila hasil lebih bagus dari prediksi, nilai tukar euro berpotensi terdorong menguat. Sementara data Produksi Manufaktur Inggris bisa membantu menahan pelemahan nilai tukar GBP bila hasilnya lebih bagus dari prediksi. Kemarin data PMI Sektor Jasa Inggris yang dirilis lebih bagus dari prediksi berhasil menahan pelemahan GBP. Hasil data ekonomi yang berbeda membuat kekuatan nilai tukar berbeda pula.

Malam ini dari AS dan Kanada akan dirilis data Neraca Perdagangan untuk bulan Juni. Bila defisit neraca perdagangan semakin berkurang biasanya bisa mendorong penguatan nilai tukarnya. AS juga akan merilis data stok minyak mentah yang belakangan ini terus mengalami penurunan stok. Biasanya stok minyak menurun bisa mendongkrak harga minyak mentah WTI. Namun belakangan, justru isu kenaikan produksi minyak di Timur Tengah yang mendorong penurunan harga minyak mentah.

Dari bursa saham AS, beberapa laporan earnings yang bisa menjadi penggerak saham yaitu laporan dari Polo Ralph Lauren, Prudential Financial, dan Time Warner.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar