Jumat, 24 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Dollar AS Masih Alami Tekanan

Jumat, 27 Juni 2014 9:44 WIB
Dibaca 269

Monexnews - Indeks dollar AS masih tertekan pagi ini di kisaran level 80.15. Tekanan turun masih terkait dengan sikap dovish (dukungan terhadap suku bunga rendah) Bank Sentral AS (Fed). Namun pada awal sesi pasar AS semalam, dollar sempat menguat karena komentar salah satu pejabat Fed, James Bullard, memberikan pernyataan bahwa suku bunga acuan Fed seharusnya bisa dinaikan lebih cepat dari perkiraan. Pernyataan Bullard ini langsung memberikan sentimen negatif pada indeks saham AS dan menekan turun harga minyak mentah WTI.

Pernyataan Mark Carney, Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) kemarin juga memberikan dampak pada pergerakan nilai tukar terutama poundsterling dan euro. Carney mengatakan bahwa BoE akan memperketat persyaratan pengajuan dan pembatasan kredit perumahan untuk mencegah pasar perumahan mengalami overheating. Pernyataan Carney ini tidak meredam ekspektasi pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga sehingga poundsterling langsung menguat dan euro tertekan.

Pagi ini telah dirilis data ekonomi Jepang. Yang paling mengkhawatirkan adalah data Belanja Rumah Tangga Jepang untuk bulan Mei yang turun 8% dibandingkan bulan sebelumnya. Ini mungkin akibat kenaikan pajak penjualan yang telah diberlakukan di Jepang sejak April. Data ini memberikan sentimen negatif ke indeks saham Nikkei. Penguatan yen Jepang juga memberikan tekanan ke Nikkei pagi ini.

Selandia Baru juga telah merilis data ekonominya pagi ini. Data Neraca Perdagangan bulan Mei dirilis surplus 285 juta dollar, lebih bagus dari perkiraan namun di bawah surplus 5 bulan sebelumnya. Hasil ini memberikan tekanan bagi nilai tukar dollar New Zealand.

Siang dan Sore hari, dari zona euro akan dirilis data CPI Jerman dan Spanyol, dan Belanja Konsumen Prancis. Data CPI akan menjadi fokus pasar karena pasar masih mencari indikasi apakah Bank Sentral Eropa masih melanjutkan program pelonggaran moneternya. Penurunan CPI akan membuka peluang pelonggaran moneter dan ini berdampak pada pelemahan euro. Dari Swiss akan dirilis survei Barometer Ekonomi. Data yang lebih bagus dari perkiraan bisa mendorong penguatan nilai tukar Frank Swiss terhadap euro. Dari Inggris akan dirilis data Current Account dan GDP final kuartal pertama. Defisit current account yang mengecil akan membantu penguatan nilai tukar poundsterling.

Malam hari, Kanada akan merilis data Indeks Harga Barang Mentah yang biasa dibeli oleh pabrikan di Kanada. Bila harga menunjukkan ada kenaikan melebihi prediksi, tentu bisa memperkuat kembali nilai tukar dollar Kanada. Dollar Kanada sudah menguat sejak data CPI bulan Mei menunjukkan hasil yang lebih bagus dari perkiraan.

Dari AS akan dirilis data Revisi Survei Sentimen Konsumen untuk Bulan Juni. Ini adalah hasil revisi, jadi bila tidak ada perubahan yang besar, tidak akan terlalu mempengaruhi pergerakan harga.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar