Senin, 20 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Dollar AS Menguat Karena Rumor Dari Eropa

Rabu, 22 Oktober 2014 10:37 WIB
Dibaca 294

Monexnews - Indeks dollar AS menguat lagi semalam ke kisaran 85.40. Setelah menyentuh level terendah di 84.74 di sesi awal pasar Eropa kemarin. Penguatan indeks dollar AS ini dipicu oleh rumor yang mengabarkan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) sedang mempertimbangkan pembelian obligasi perusahaan di pasar sekunder dan akan diputuskan pada rapat kebijakan moneter ECB pada bulan Desember. Rumor ini kemudian disangkal oleh juru bicara ECB.

Pembelian obligasi adalah salah satu cara bank sentral untuk memperbesar likuditas di pasar keuangan yang berpotensi mendepresiasi nilai tukarnya. Oleh karena itu, nilai tukar euro tertekan cukup dalam semalam dan mendorong penguatan dollar AS. Nilai tukar euro juga tertekan terhadap yen Jepang dan poundsterling.

Pagi ini, dollar Australia menguat berkat bagusnya data CPI (Indeks Harga konsumen) untuk kuartal ke-3. Kenaikan CPI mengindikasikan aktivitas ekonomi masih menggeliat. Sementara data Neraca Perdagangan Jepang bulan September kembali mengalami defisit. Namun tampaknya data ini tidak mempengaruhi pergerakan harga karena defisit ini sudah terjadi dalam 3 tahun terakhir.

Bursa saham AS menguat tajam. Dow menguat 1,31%, S&P 500 menguat 1,96%, dan Nasdaq menguat 2,4%. Penguatan ini didorong oleh saham-saham teknologi yang dimotori oleh Apple yang melaporkan penghasilan lebih bagus dari ekspektasi pasar. Penguatan tajam bursa saham AS ini memberikan sentimen positif ke pasar keuangan Asia pagi ini.

Sore ini, data Inggris akan menjadi market mover di pasar Eropa. Bank Sentral Inggris akan merilis data jumlah voting dalam rapat kebijakan moneter bank sentral. Dalam rapat sebelumnya terdapat dua suara untuk kenaikan suku bunga. Bila dalam rapat terakhir jumlah yang mendukung kenaikan ini berkurang, bisa mendorong tajam pelemahan poundsterling.

Malam hari, AS akan merilis data penting CPI m/m Bulan September. Sebagai salah satu indikator inflasi, data ini bisa menggerakan nilai tukar dollar AS. Bila hasilnya di bawah perkiraan analis, 0,0%, dollar AS bisa tertekan turun kembali. AS juga akan merilis data stok minyak mentah WTI yang diperkirakan mengalami kenaikan stok sebesar 2,8 juta barel pekan lalu. Kenaikan stok bisa berimplikasi pada penurunan harga minyak mentah.

Kanada akan merilis banyak data penting malam ini. Bank Sentral Kanada akan mengumumkan hasil rapat moneter yang kemungkinan tidak ada perubahan kebijakan. Perekonomian Kanada sedang dihadapkan pada turunnya harga minyak mentah WTI yang menjadi salah satu sumber ekspor pentingnya. Selain itu, Kanada juga akan merilis data Penjualan Ritel untuk Bulan Agustus yang kali ini diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 0,1%. Data ini mungkin juga bisa mempengaruhi dollar Kanada.

Dari Bursa Saham AS, beberapa perusahaan akan kembali merilis laporan earning/penghasilan. Xerox, US Bancorp, EMC dan Boeing akan merilis laporannya sebelum pasar saham AS dibuka. Sementara AT&T dan E-Trade Financial akan merilis laporan sesudah pasar saham AS ditutup.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar