Sabtu, 21 Oktober 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Dollar Lemah, Indeks Saham Menguat

Rabu, 26 Februari 2014 10:48 WIB
Dibaca 206

Monexnews - Indeks dollar masih mendapatkan tekanan turun akibat lemahnya data ekonomi yang dirilis semalam. Data Indeks Harga Rumah di 20 kota besar di AS turun kenaikannya dibandingkan bulan sebelumnya, 13,4% vs. 13,7% demikian pula Tingkat Keyakinan Konsumen AS yang juga disurvei lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, 78.1 vs. 80.7. Indeks dollar AS masih bergerak di kisaran 80.

Pagi ini data Construction Work Done dari Australia turun 1% di bawah ekspektasi kenaikan 0,4% dan jauh di bawah data kuartal sebelumnya yang naik 3%. Hasil ini langsung memberikan tekanan turun bagi AUDUSD.

Indeks saham Asia Berjangka pagi ini masih terlihat menguat. Kospi sudah menguat 0,29%, Nikkei naik 0,8% dan Hangseng menguat 0,38%. Masih positifnya pergerakan indeks saham AS kemarin memberikan sentimen positif ke pasar saham Asia. Pelemahan yen pagi ini juga mendukung kenaikan indeks Nikkei.

Sore ini ada beberapa data penting dari kawasan Eropa yang bisa menjadi market movers. Survei Iklim Konsumen Jerman akan menjadi pembuka market movers penting dari Eropa. Data ini kemungkinan bisa lebih bagus dari prediksi mengingat data Iklim Bisnis Jerman dari Ifo yang sudah dirilis Senin lalu juga lebih bagus dari prediksi. Inggris akan merilis data GDP kuartal ke-4 untuk pengukuran kedua. Kemungkinan tidak ada perubahan dari pengukuran yang pertama. Inggris juga akan merilis data Jumlah Investasi Bisnis yang diperkirakan naik 2,6% lebih bagus dari bulan sebelumnya. Data-data yang positif ini bisa mendorong kenaikan euro dan sterling.

Sementara dari AS akan dirilis data Penjualan Rumah Baru yang diperkirakan lebih rendah dari pejualan bulan sebelumnya. Belakangan ini rentetan data penjualan rumah bulan Januari memang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Ini bisa mendorong pelemahan dollar AS lagi.

Untuk perdagangan minyak mentah, data Crude Oil Inventories AS patut disimak. Perkiraan akan ada kenaikan stok sebesar 1,1 juta barel. Angka yang lebih besar dari perkiraan tersebut bisa menekan turun harga minyak.

Dan dari bursa saham AS akan dirilis laporan penghasilan atau earnings dari BAIDU setelah penutupan pasar saham AS. Jadwal selengkapnya bisa dilihat di http://www.monexnews.com/calendar/earnings.htm

 (Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar