Senin, 20 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Fokus Hasil FOMC Meeting

Rabu, 19 Maret 2014 10:58 WIB
Dibaca 360

Monexnews - Untuk sementara, para pelaku pasar tidak melihat adanya ancaman ke pasar keuangan karena Crimea masuk menjadi anggota Rusia sehingga para pelaku pasar kembali mengoleksi aset-aset beresiko. Indeks saham AS menguat, harga emas tertekan turun. Harga minyak mentah pun kembali turun.

Pagi ini telah dirilis data Current Account Selandia Baru untuk kuartal ke-4 2013. Hasilnya mendekati perkiraan, defisit 1,43 miliar dollar dan lebih bagus dari kuartal sebelumnya yang mengalami defisit 4,88 miliar dollar. Selandia Baru secara beruntun setiap kuartal mengalami defisit Current Account sejak kuartal ke-3 2010. Defisit Current Account biasanya melemahkan nilai tukar negara tersebut.

Jepang merilis data Neraca Perdagangan yang mengalami defisit 1,13 triliun yen. Ini adalah defisit dalam 20 bulan beruntun. Angka defisit ini lebih rendah dari perkiraan defisit 0,89 triliun yen. Penyebab defisit adalah tingginya impor energi minyak mentah dan gas. Pelemahan yen menaikan biaya impor. Data defisit ini menekan indeks Nikkei dan menguatkan yen. Gubernur Bank Sentral Jepang, Kuroda, akan berpidato siang ini dalam forum Simposium Keuangan Internasional di Tokyo. Pasar akan mencari indikasi kebijkan moneter Jepang ke depan dari pidato Kuroda ini.

Sore ini, Inggris akan merilis beberapa market mover penting yang bisa memberikan dampak besar pergerakan sterling. Data Perubahan Klaim Tunjangan Pengangguran, Tingkat Pengangguran, rekapitulasi suara yang mempertahankan tingkat suku bunga dan besaran program stimulus Bank Sentral Inggris, serta Anggaran Tahunan Pemerintah Inggris.

Sementara dari AS akan dirilis data stok minyak mentah dan keputusan kebijakan moneter Bank Sentral AS. Pekan lalu data stok minyak mentah mengalami kenaikan lebih tinggi dari ekspektasi pasar sehingga menjadi penekan harga minyak mentah. Kali ini konsensus pasar yang disurvei Reuters menunjukkan stok minyak mentah akan bertambah 2,6 juta barel.

Dan yang ditunggu para pelaku pasar keuangan di seluruh dunia, keputusan kebijakan moneter Bank Sentral AS yang akan dirilis dinihari nanti (01.00 WIB). Pasar berekspektasi tingkat suku bunga akan bertahan dan kebijakan tapering akan tetap dijalankan dengan jumlah seperti sebelumnya. Sebagian pasar memperkirakan akan ada yang baru dari pernyataan yang akan dirilis Bank Sentral. Bank Sentral diprediksi tidak hanya akan menggunakan tingkat pengangguran sebagai acuan kenaikan suku bunga untuk memberi kesan bahwa Fed belum akan mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm

 (Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar