Minggu, 22 Oktober 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: GBP Menguat Karena Referendum, AUD Melemah Karena RBA

Rabu, 10 Juni 2015 11:11 WIB
Dibaca 186

Monexnews - Indeks dollar AS masih tertahan di dekat kisaran 95.00. Tekanan turun karena komentar Barrack Obama mengenai ketidaknyamanan terhadap penguatan dollar AS pada pertemuan G7 masih membayangi pergerakan dollar AS.

Nilai tukar poundsterling mendapatkan dorongan penguatan berkat defisit neraca perdagangan Inggris bulan April yang lebih kecil dibandingkan perkiraan. Selain itu, persetujuan parlemen Inggris untuk membahas lebih lanjut RUU Referendum Uni Eropa juga mendorong penguatan nilai tukar poundsterling. Sore ini data Produksi Manufaktur Inggris bulan April berpotensi menjadi market mover bagi nilai tukar poundsterling. Data diperkirakan terjadi kenaikan sebesar 0,1% dibandingkan bulan sebelumnya. Pounds berpotensi menguat bila data lebih bagus dari proyeksi.

Sementara pagi ini komentar dari Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Glenn Stevens, yang masih membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan ke depannya, mendorong pelemahan nilai tukar dollar Australia pagi ini. Dollar Aussie akan mendapatkan market mover penting besok lewat data tenaga kerja Australia.

Pagi ini, indeks saham berjangka Nikkei mendapatkan sentimen positif dari data Pesanan Mesin Jepang bulan April yang tumbuh melebihi proyeksi. Pasar sebelumnya memproyeksikan akan terjadi penurunan pesanan. Sementara isu virus MERS yang terjadi di Korea Selatan masih memberikan sentimen negatif ke indeks saham berjangka KOSPI.

Dari pasar minyak mentah, harga minyak mentah WTI kembali menguat ke atas kisaran $60 per barel karena EIA (Badan Informasi Energi AS) mengeluarkan perkiraan bahwa permintaan minyak mentah WTI naik menjadi 380 ribu barel per hari dari sebelumnya 340 ribu barel per hari. Selain itu hasil pengukuran stok minyak mentah dari API (Asosiasi Industri Minyak AS) menunjukkan penurunan stok sebesar 6,7 juta barel pekan lalu. Bila angka ini juga terefleksikan dalam laporan EIA  malam ini, harga minyak mentah AS mungkin bisa menguat lagi.

Sementara negosiasi bailout Yunani sampai saat ini masih belum menemui kata sepakat. Dan para pelaku pasar masih mewaspadai setiap perkembangan yang terjadi.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini: http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar