Minggu, 22 Oktober 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Indikasi Ekonomi AS Sehat Dorong Penguatan Dollar Dan Indeks Saham AS

Rabu, 27 Agustus 2014 10:17 WIB
Dibaca 189

Monexnews - Indeks dollar AS kembali mencetak rekor tertinggi tahun ini di 82.72 pagi ini. Sentimen positif dari data-data ekonomi AS yang dirilis semalam membantu penguatan dollar AS ini. Data Durable Goods Orders untuk Bulan Juli naik 22,6% dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh jumlah pemesanan pesawat terbang dan mobil yang meningkat. Ini merupakan rekor kenaikan bulanan terbesar. Selain itu survei Tingkat Keyakinan Konsumen AS untuk Bulan Agustus di luar perkiraan juga melejit ke level 92.4, level tertinggi sejak Oktober 2007.

Dua data ekonomi AS yang bagus ini mengindikasikan kondisi ekonomi AS yang semakin sehat sehingga hal ini juga berdampak pada penguatan indeks saham AS dimana indeks saham S&P 500 dan Dow Jones masing-masing membukukan level tertinggi baru sepanjang masa. Gairah di bursa saham AS ini juga menular ke indeks saham Eropa dan awal indeks saham Asia pagi ini.

Pagi ini telah dirilis data Construction Work Done (Konstruksi yang telah diselesaikan) Bulan Juni dari Australia, yang hasilnya di bawah prediksi pasar, terjadi penurunan -1,2%. Hasil ini sempat memberikan tekanan turun bagi nilai tukar dollar Australia pasca rilisan data. Nilai tukar dollar Australia akan menghadapi data ekonomi penting besok, Private Capital Expenditure untuk kuartal ke-2.

Sore hari dari Eropa akan dirilis data Survei Iklim Konsumen Jerman untuk Bulan Agustus dengan perkiraan 8.9, sedikit lebih rendah dari indeks bulan lalu, 9.0. Nilai tukar euro masih terbebani oleh ekspektasi kebijakan pelonggaran moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dirilis tanggal 4 September pekan depan.

Malam hari dari AS tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis. Badan Informasi Energi AS akan merilis data stok minyak mentah WTI mingguan yang kali ini diekspektasikan naik 1,1 juta barel. Pekan lalu dilaporkan terjadi penurunan suplai sebesar 4,5 juta barel tapi harga minyak mentah WTI tetap menurun di bawah $95 per barel. Ini disebabkan oleh bertambahnya suplai minyak mentah dengan dibukanya 2 kilang minyak di Libya dan menurunnya ketegangan geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah.

Dari bursa saham AS akan dirilis laporan penghasilan dari Tiffany and Co. sebelum pasar saham AS dibuka.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)



Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar