Selasa, 17 Oktober 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Isu Sanksi Terhadap Rusia Dorong Sentimen Negatif Ke Pasar

Kamis, 27 Maret 2014 10:32 WIB
Dibaca 325

Monexnews - Sentimen negatif kembali mendera pasar keuangan yang dipicu oleh berita bahwa AS dan Uni Eropa akan meningkatkan sanksi terhadap Rusia karena melakukan aneksasi terhadap Crimea.

Indeks Dow Jones AS semalam melemah karena kabar ini dan mendorong pelemahan indeks saham regional Asia pagi ini. Harga minyak mentah WTI kembali mencapai level $100 per barel akibat kabar mengenai sanksi Rusia ini padahal data stok minyak mentah AS diberitakan naik melebihi proyeksi, 6,6 juta barel vs 2,9 juta barel.

Isu penyerapan likuiditas oleh Bank Sentral China juga memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan terutama indeks saham Hang Seng. Penyerapan likuiditas bisa berujung pada menekan kredit yang bisa menurunkan ekspansi bisnis.

Pagi ini telah dirilis data Neraca Perdagangan Selandia Baru yang kembali surplus. Kali ini surplusnya sebesar 818 juta dollar dan melebihi ekspektasi 595 juta dollar. Surplus Neraca Perdagangan ini mendukung penguatan nilai tukar dollar New Zealand (NZD).

Sore nanti akan dirilis data Penjualan Ritel Inggris yang diprediksi naik 0,5% dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami penurunan 1,5%. Data yang lebih baik dari proyeksi bisa membantu penguatan poundsterling (GBP). Sterling kemarin mendapatkan dorongan penguatan dari komentar salah satu pejabat bank sentralnya, Martin Weale, yang memperkirakan bahwa suku bunga acuan Inggris tidak akan bertahan di 0,5% karena perekonomian Inggris sudah mulai pulih.

Sementara euro masih tertekan oleh pernyataan para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengkhawatirkan penguatan euro dan disinflasi.

Dari AS akan dirilis data penting Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan dan data GDP Final untuk kuartal ke-4. Data Klaim Tunjangan Pengangguran diperkirakan menjadi 326 ribu klaim untuk periode 1 minggu dari tanggal 16-22 Maret 2014. Ini sedikit lebih tinggi dari angka 320 ribu klaim yang tercapai minggu sebelumnya. Tapi secara keseluruhan data Klaim Tunjangan Pengangguran masih dalam tren penurunan yang positif untuk ekonomi AS.

Data GDP Final kuartal ke-4 AS diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,7%, lebih tinggi dari pengukuran sebelumnya yang 2,4%. Bila hasilnya sesuai proyeksi, tentu bisa memberikan sentimen positif bagi dollar dan indeks saham AS.

Selain data-data ekonomi, beberapa pejabat bank sentral akan memberikan pernyataan ke publik yang mungkin bisa menjadi market mover. Komite Kebijakan Keuangan Bank Sentral Inggris akan memberikan pernyataan dan merilis laporan mengenai kondisi sektor keuangan Inggris kuartalan. Sementara Presiden Federal Reserve Cabang Cleveland, Sandra Pianalto, akan berbicara di Universitas Dayton AS. Pianalto saat ini juga menjadi anggota FOMC yang memiliki hak suara.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm

 (Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar