Senin, 20 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Kekuatan Euro Akan Diuji Data PMI Sore Ini

Kamis, 21 Agustus 2014 10:00 WIB
Dibaca 222

Monexnews - Indeks dollar AS menguat ke level 82.30 pagi ini setelah minutes atau notulen rapat kebijakan moneter Bank Sentral AS dinihari tadi membicarakan soal kenaikan suku bunga acuan.

Meskipun terjadi diskusi soal waktu kenaikan suku bunga acuan, namun pasar yakin bahwa kenaikan suku bunga ini tidak akan dilangsungkan lebih cepat dari perkiraan semula yakni di awal semester 2 2014. Hal tersebut memberikan sentimen positif ke pasar saham AS semalam.

Pagi ini data PMI Manufaktur China versi HSBC dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar, 50,3 vs 51.5. Hasil ini memberi tekanan pada indeks saham Hang Seng. Sementara indeks saham Kospi turun cukup dalam di awal sesi karena aksi jual saham Samsung menjelang rencana pemogokan kerja besok oleh karyawan Hyundai Motor yang tidak tertutup kemungkinan diikuti oleh karyawan dari KIA Motor dan Renault Samsung Motor juga mengikuti rencana ini. Indeks Nikkei terbantu penguatannya karena pelemahan yen Jepang. Yen Jepang saat ini sudah berada di kisaran 103.87 yen per dollar AS.

Sore ini dari Zona Euro akan dirilis data PMI aktivitas manufaktur dan jasa dari Jerman, Prancis dan zona Euro sendiri. Dan rata-rata ekspektasi para analis untuk data terbaru lebih rendah dari data bulan sebelumnya. Ini bisa memberikan tekanan turun baru bagi nilai tukar euro bila hasilnya sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Inggris akan merilis data penjualan ritel. Data ini akan memberikan indikasi soal daya beli warga dan kesehatan ekonomi Inggris. Data bulan Juli diprediksi mengalami kenaikan sebesar 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Data yang lebih bagus dari perkiraan bisa mendorong penguatan nilai tukar sterling. Selain itu Inggris juga akan merilis jumlah belanja bersih sektor publik untuk bulan Juli yang diprediksi -1,9 milyar poundsterling. Ini berarti jumlah penerimaan lebih besar dari jumlah belanja. Belanja dari sektor publik sering dianggap stimulus untuk membantu perekonomian. Pengurangan belanja ini bisa menekan turun nilai tukar poundsterling.

Malam hari, dari AS akan dirilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan, data Indeks Manufaktur kawasan Philadelphia dan data Penjualan Rumah Second. Data-data ini bisa mengkonfirmasi penguatan dollar AS bila dirilis lebih bagus dari prediksi pasar.

Dari bursa saham AS akan dirilis laporan earnings dari GAP Inc. Laporan ini akan dirilis setelah pasar saham AS ditutup dinihari nanti.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)


Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar