Jumat, 24 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Komentar Pejabat Bank Sentral Goyangkan Nilai Tukar

Rabu, 26 Maret 2014 11:06 WIB
Dibaca 222

Monexnews - Komentar pejabat bank sentral dari AS dan Zona Euro menjadi market mover pasar keuangan semalam. Jens Weidmann, Anggota Dewan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Gubernur Bank Sentral Jerman, mengatakan bahwa suku bunga yang negatif bisa menjadi opsi untuk melemahkan nilai tukar euro dan pelonggaran kuantitatif bisa digunakan untuk memerangi deflasi. Mario  Draghi, Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), mengungkapkan bahwa tidak ada gejala deflasi dalam belanja konsumen. Sementara Charles Plosser, Presiden Federal Reserve Cabang Philadelphia, mengungkapkan bahwa suku bunga acuan AS di tahun 2015 bisa naik menjadi 3% dan di 2016 bisa naik menjadi 4%.

ECB berusaha melemahkan euro lewat komentar para pejabatnya, sementara komentar Plosser bisa mendukung penguatan dollar AS ke depannya.

Sementara data Tingkat Keyakinan Konsumen AS yang bagus semalam memberikan sentimen positif ke pasar saham AS dan mendorong penguatan indeks saham Asia pagi ini.

Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Glenn Stevens baru saja menyampaikan pidatonya di hadapan peserta Konferensi Tahunan Credit Suisse Asian Investment ke-17 di Hong Kong. Dalam pidatonya, Stevens menyebutkan bahwa tingkat inflasi terlihat lebih tinggi dibandingkan pandangannya tiga bulan sebelumnya. Pidatonya ini semakin menguatkan nilai tukar dollar Australia.

Sore hari dari Zona Euro akan dirilis data survei Iklim Konsumen Jerman. Survei ini dari bulan ke bulan terlihat menunjukkan hasil yang positif sehingga mungkin bisa membantu penguatan euro kembali.

Dari AS akan dirilis data Durable Goods Orders (Pesanan Barang Tahan Lama). Pesanan Bulan Februari diperkirakan akan mengalami kenaikaan 1,1% dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami penurunan 1%. Hasil yang bagus bisa mendorong penguatan dollar dan indeks saham AS.

Malam ini juga akan dirilis data mingguan stok minyak mentah AS yang bisa mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah WTI. Stok minyak beberapa minggu terakhir selalu meningkat sehingga memberikan tekanan turun pada harga minyak. Kali ini stok minyak diprediksi naik sebesar 2,9 juta barel.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm

 (Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar