Kamis, 23 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Menunggu Voting Referendum Skotlandia

Kamis, 18 September 2014 10:42 WIB
Dibaca 310

Monexnews - Indeks dollar AS semakin menguat pasca hasil rapat moneter FOMC Bank Sentral AS. Indeks dollar mecatat rekor tertinggi baru 2014 di 84.78. Padahal pada konferensi pers, Janet Yellen secara tegas mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan belum akan ditentukan kapan kepastiannya dan akan bergantung dengan perkembangan data-data ekonomi. Namun pada proyeksi yang dibuat pejabat Fed menunjukkan bahwa prediksi median tingkat suku bunga acuan pada akhir 2015 akan berada di kisaran 1,375% sementara prediksi yang dilakukan pada bulan Juni lalu menunjukkan angka 1,125%. Ini berarti ada kenaikan prediksi. Hal inilah yang mendorong penguatan dollar AS.

Indikasi Fed masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level rendah saat ini untuk waktu yang lebih lama membantu penguatan indeks saham AS. Dow Jones membentuk level tertinggi baru. Namun pada indeks saham Asia, efek pasca Fed cukup beragam. Nikkei menguat mengikuti pelemahan yen terhadap dollar AS. USDJPY sudah mencapai level 108.67, yang tertinggi sejak September 2008. Penguatan Nikkei juga mendapatkan dukungan data Neraca Perdagangan Jepang bulan Agustus yang dirilis pagi ini yang hasilnya terjadi penurunan defisit. Sementara indeks Hang Seng dan Kospi tertekan turun.

Selandia Baru telah merilis data GDP kuartal ke-2 yang hasilnya 0,7% di atas prediksi 0,6%. Data yang lebih bagus dari proyeksi ini mendukung penguatan NZDUSD pagi ini.

Pada sesi pasar Eropa, sore hari nanti, perhatian pasar akan tertuju pada hasil voting referendum pemisahan Skotlandia dari Inggris Raya. Beberapa survei yang dilakukan menunjukkan kekuatan yang berimbang antara yang setuju dengan yang tidak. Nilai tukar poundsterling dan indeks saham FTSE menjadi yang paling terpengaruh dengan hasil voting ini. Selain hasil voting, data ekonomi Inggris yang tidak kalah pentingnya adalah data Penjualan Ritel dan Ekspektasi Pesanan Industri. Data Penjualan Ritel yang lebih bagus dari prediksi mungkin bisa menahan pelemahan nilai tukar poundsterling. Poundsterling sudah mendapatkan dukungan dari data tenaga kerja, yang dirilis kemarin, yang cukup impresif.

Data ekonomi penting lainnya pada sesi pasar Eropa adalah hasil rapat moneter Bank Sentral Swiss (SNB) yang kemungkinan tidak mengubah kebijakan. SNB juga mungkin masih akan mempertahankan patokan nilai tukar euro terhadap franc Swiss di 1.2000.

Peristiwa yang ditunggu pasar lainnya adalah peluncuran stimulus Targeted LTRO Bank Sentral Eropa (ECB) dengan ekspektasi sebesar 100-150 milyar euro. Jumlah dana yang besar yang berhasil dikeluarkan oleh ECB mungkin mendorong pelemahan nilai tukar euro.

Dari sesi pasar AS, beberapa data penting yang patut diperhatikan yaitu data Ijin Membangun, Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan, Indeks Manufaktur Philadelphia dan pidato Janet Yellen. Data-data ekonomi AS yang lebih bagus dari prediksi bisa memperkuat asumsi Fed akan menaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sehingga hal ini bisa mendukung penguatan dollar AS. Sementara melihat dari topik pidato Janet Yellen mengenai “Pentingnya Membangun Aset Bagi Warga Berpendapatan Rendah Dan Menengah” mungkin tidak akan terlalu berpengaruh ke pasar keuangan.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar