Kamis, 23 November 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Penjualan Ritel AS Bisa Tahan Penurunan dollar

Kamis, 13 Maret 2014 11:46 WIB
Dibaca 214

Monexnews - Pagi ini pasar keuangan dibuka dengan market mover penting dari Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) yang menaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai perkiraan menjadi 2,75%. RBNZ juga masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada rapat-rapat selanjutnya. Aksi ini langsung ditanggapi pasar dengan penguatan nilai tukar New Zealand Dollar (NZD).

Market mover penting kedua datang dari Australia yang merilis data tenaga kerja. Hasilnya, perubahan jumlah pekerja naik 47.300, lebih tinggi dari ekspektasi 15.300. Dan ini adalah kenaikan terbesar sejak 1991. Data tenaga kerja yang bagus ini mendorong penguatan signifikan nilai tukar Dollar Australia (AUD) pagi ini yang hari sebelumnya sempat tertekan di kisaran 0.89.

Pagi ini, Bank Sentral Korea Selatan (BoK) telah mengambil keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 2,5%. Suku bunga ini sudah dipertahankan selama 10 bulan beruntun. Hasil ini mengangkat indeks saham Kospi.

Market mover penting lainnya hari ini, China akan merilis data Produksi Industri bulanan yang diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 9,5%. Bagusnya data China bisa membalikan sentimen negatif mengenai pelambatan ekonomi China belakangan ini dan mungkin bisa mengangkat nilai aset-aset beresiko.

Sore hari Bank Sentral Eropa (ECB) akan merilis Buletin Bulanan yang berisi data-data statistik ekonomi dan analisa kondisi ekonomi Zona Euro ke depannya. Pasar mungkin masih penasaran mengenai kemungkinan ancaman deflasi dan akan mencari petunjuk mengenai masalah ini.

Malam hari, AS akan merilis data penting Penjualan Ritel Bulan Februari yang diperkirakan mengalami kenaikan 0,3%. Data ini akan menggambarkan kesehatan ekonomi domestik yang menjadi penopang paling besar perekonomian AS. Data Penjualan Ritel yang bagus bisa mendorong penguatan dollar AS kembali. AS juga akan merilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan yang diprediksi 334 ribu klaim. Data ini juga akan menjadi penggerak dollar AS.

Sementara dari perdagangan komoditi, harga emas masih bertahan penguatannya berkat ketegangan yang meningkat di Ukraina menjelang referendum Crimea. Harga minyak mentah tertekan turun karena stok minyak mentah AS naik tajam kemarin. Stok naik 6,2 juta barel, lebih tinggi dari prediksi 2,1 juta barel.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm

 (Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar