Senin, 23 Oktober 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Stimulus China Dongkrak Saham, Data CPI Menunggu Dollar AS

Rabu, 17 September 2014 10:27 WIB
Dibaca 172

Monexnews - Indeks dollar AS masih berkonsolidasi di level tinggi di kisaran 84.1, namun sedikit tertekan turun. Menjelang rilisan hasil rapat moneter FOMC Bank Sentral AS (Fed), para pelaku pasar kemungkinan enggan memegang posisi dollar terlalu banyak. Data PPI (Indeks Harga Produsen) AS m/m bulan Agustus yang dirilis 0,0% mengindikasikan tingkat inflasi AS masih lemah sehingga membuka kemungkinan Fed tidak akan memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Ekspektasi terhadap Fed yang tidak akan memberi sinyal kenaikan suku bunga acuan lebih cepat dari perkiraan juga mendorong penguatan indeks saham AS semalam, dimana Dow Jones menyentuh rekor level tertinggi baru. Indeks saham AS juga menguat karena kabar dari China bahwa pemerintahnya akan menyuntikan dana sebesar 500 milyar yuan (sekitar 81 miliar dollar AS) kepada 5 bank terbesarnya. Suntikan modal ini, menurut para analis, hampir sama dengan pemangkasan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan China sebesar 50 basis poin. Pemerintah China merilis stimulus pasca rilisan data-data ekonomi China yang negatif belakangan ini.

Berita stimulus China juga mengangkat beberapa indeks saham Asia pagi ini seperti Hang Seng, Kospi dan juga Nikkei. Stimulus China diasumsikan akan mendorong pemulihan ekonomi China sehingga negara-negara yang mempunyai hubungan dagang yang kuat dengan China juga akan diuntungkan.

Pagi ini telah dirilis data Current Account Selandia Baru untuk kuartal ke-2 yang hasilnya mengalami defisit sebesar 1,07 miliar dollar. Padahal pada kuartal pertama, Current Account Selandia Baru mengalami surplus sebesar 1,47 miliar dollar. Data ini memberikan tekanan turun bagi nilai tukar dollar Selandia Baru (NZD).

Sore ini, Poundsterling akan menghadapi market mover penting yaitu rekapan voting perubahan tingkat suku bunga acuan Bank Sentral Inggris, dimana pada rapat sebelumnya ada 2 pejabat yang menginginkan kenaikan suku bunga. Bila hasilnya sama atau lebih, pada rapat yang terakhir, nilai tukar poundsterling bisa menguat lagi. Dan sebaliknya bila berkurang, nilai tukar poundsterling berpotensi turun dalam. Market mover lainnya adalah data Claimant Count Change (Perubahan Jumlah Klaim Tunjangan Pengangguran) yang diperkirakan terjadi penurunan sebesar 29.700 klaim untuk bulan Agustus. Penurunan yang besar juga bisa membantu penguatan sterling.

Dari Zona Euro akan dirilis data CPI Final untuk Bulan Agustus dengan perkiraan 0,3%. Ekspektasi pasar sama dengan estimasi CPI yang dirilis sebelumnya sehingga tidak terlalu mengejutkan. CPI yang kembali turun bisa mendorong pelemahan nilai tukar euro.

AS pun akan merilis data CPI untuk Bulan Agustus dengan ekspektasi kenaikan 0,1% dibanding bulan sebelumnya. Sementara CPI y/y diestimasi naik 1,9%, di bawah data bulan sebelumnya yang menyentuh angka 2%. Data CPI yang merefleksikan tingkat inflasi bisa mendorong penguatan dollar AS bila hasilnya lebih bagus dari prediksi pasar.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar