Minggu, 24 September 2017

market-outlook  Market Outlook

2013, Periode Krusial Krisis Euro

Rabu, 2 Januari 2013 10:30 WIB
Dibaca 694

Monexnews - Yunani memang urung terdepak dari zona eksklusif Euro namun efek negatif krisis belum akan pudar, bahkan untuk negara sebesar Jerman sekalipun. 

Efek krisis hutang benua biru memang mulai memudar, namun bukan berarti pengambil kebijakan dan pelaku pasar keuangan sudah bisa tenang. Beberapa pihak yang berkepentingan sudah mewanti-wanti akan ancaman perlambatan ekonomi lebih lanjut. Dalam pidato tahun barunya, Kanselir Jerman, Angela Merkel memperingatkan datangnya tantangan ekonomi baru di tahun 2013. Untuk menghadapinya, cara terbaik adalah dengan mengdepankan kesejahteraan dan solidaritas antar negara.

"Reformasi yang kita lakukan telah memperlihatkan hasil, tetapi krisis jauh dari usai," urai sosok paling berpengaruh di Eropa ini kepada publik. Merkel berharap kondisi ekonomi yang kemungkinan lebih rumit dalam satu tahun ke depan bisa dijadikan cambuk untuk menyelesaikan seluruh tugas yang belum tuntas. Apalagi sebagai pemikul beban terbesar hutang negara-negara bermasalah (termasuk Yunani), Jerman berkepentingan menjaga stabilitas ekonomi politik kawasan. Negara ini juga harus mempertanggungjawabkan perannya dalam pembentukan European Stability Mechanism, yang akan menjadi brankas bagi pemerintah negara-negara yang memiliki neraca keuangan negatif.

Sejauh ini, sikap Jerman dalam melindungi eksistensi Yunani di zona-Euro terbilang berhasil meredam kepanikan pasar finansial. Meskipun di sisi lain pihak Athena harus merelakan kesejahteraan warganya terhimpit sementara waktu akibat serial pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak. Penghematan masif yang diterapkan banyak negara juga telah menyeret perekonomian Euro ke dalam fase resesi, tidak terkecuali perekonomian Jerman di penghujung 2012.

Iklim kontraksi ekonomi lebih lanjut akan terjadi lagi tahun ini karena beberapa negara masih berjibaku memangkas jumlah defisitnya. Kenaikan angka pengangguran dan penurunan hasil pajak kian mempersulit pihak pemerintah seperti Italia, Spanyol dan Prancis, untuk memenuhi target anggarannya. Faktor inilah yang rawan memicu guncangan baru di pasar keuangan dunia, di samping konflik-konflik jelang event politk penting di beberapa negara. Italia akan menggelar pemilu baru di bulan Februari, yang hasilnya akan mempengaruhi kebijakan efisiensi ekonomi pasca pengunduran diri Perdana Menteri Mario Monti.

Dalam laporan terbarunya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan negara Prancis gagal memenuhi target defisit 3% dari GDP untuk tahun 2013. Target itu sendiri lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio defisit 2012 yang sebesar 4,5% karena pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri diprediksi konservatif tahun ini. Kemampuan pemerintah dalam menangani defisit menjadi begitu krusial karena keberhasilannya mempengaruhi tingkat kepercayaan pasar terhadap iklim pemulihan Eropa.

Kembali ke Jerman, Kanselir Merkel sendiri akan terlibat dalam pemilu politik di bulan September. Dampak negatif dari proses bailout Yunani dan perlambatan ekonomi terhadap kondisi nasional membuat popularitas Merkel berkurang di mata warga. Namun ia masih bisa mengandalkan datangnya dukungan lebih setelah pemerintahannya mampu memotori penyelesaian krisis pertama Eropa dalam 60 tahun terakhir. Poll terkini menunjukkan dirinya masih menjadi sosok pemimpin yang disukai oleh masyarakat, namun tidak ada yang bisa menjamin peta suara tetap demikian apabila penanganan krisis hanya jalan di tempat. Seandainya 'kemurahan hati' Jerman terhadap anggota Euro lain gagal menciptakan kemakmuran di negara-negara yang bermasalah, bukan tidak mungkin rangkaian kebijakan Merkel setahun belakangan justru menjadi bumerang bagi partainya. Sang Kanselir memang patut bersikap waspada atas apa yang akan terjadi dalam 12 bulan ke depan, karena nasib karir politik dan eksistensi Euro sangat bergantung pada langkah strategisnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar