Selasa, 12 Desember 2017

market-outlook  Market Outlook

2014, Kejayaan Wall Street Belum akan Terbendung

Selasa, 7 Januari 2014 10:26 WIB
Dibaca 780

Monexnews - Jika dihitung sampai dengan periode 2013 lalu, bursa saham Amerika Serikat tercatat sudah menguat selama enam tahun berturut-turut. Kinerja positif tiga indeks utama diyakini berlanjut tahun ini meskipun lajunya tidak akan sekencang tahun-tahun sebelumnya.

CNN melakukan survei terhadap 30 pakar investasi dan manajer keuangan di Amerika untuk mendapatkan gambaran tentang prospek saham di 2014. Sebagian besar responden berpendapat harga saham akan kembali menguat walaupun tidak sampai sebagus torehan tahun lalu. Sebanyak 30 pakar keuangan memperkirakan indeks S&P 500 akan menutup 2014 di kisaran 1,960 atau naik 6% dibandingkan 2013. Rasio kenaikan itu tergolong sehat bagi suatu indeks yang sudah mengukir kenaikan 30% dalam 12 bulan terakhir.

Beberapa saham yang dulu sempat berjaya juga diprediksi tidak mampu mengulang performa apiknya karena terpengaruh oleh trend pertumbuhan ekonomi. Lambatnya laju perekonomian, terutama di negara-negara berkembang, akan mengurangi marjin keuntungan perusahaan sehingga sahamnya tidak akan semenarik tahun lalu. Tanpa laba yang bagus, investor tentu tidak ingin memborong saham terlalu banyak. Terlebih lagi harga saham rata-rata sudah termasuk mahal saat ini, dan untuk beberapa sektor, valuasi harganya sudah cukup jenuh.

Pada akhir 2013, rata-rata saham dihargai lebih dari 15% estimasi laba untuk 2014. Rasio sebesar itu lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata dalam 5 tahun dan 10 tahun terakhir. Dua sektor yang berpotensi menawarkan keuntungan menarik yaitu teknologi dan finansial. Keduanya dianggap atraktif karena harga saham-sahamnya sekarang tergolong murah jika dibandingkan dengan potensi laba yang bisa diraup dalam empat kuartal ke depan. Khusus bagi saham keuangan (termasuk perbankan), responden survei menilai perusahaan-perusahaan finansial akan mampu mengeruk laba lebih banyak jelang fase kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Selain faktor fundamental, harga di pasaran kemungkinan semakin terkerek karena minat investasi pada aset berisiko masih sangat besar. Investor seakan menemukan momentumnya lagi pasca krisis keuangan tahun 2008, seperti tercermin dari tingginya jumlah dana masuk pada produk reksadana. Lebih dari $19 miliar dihamburkan oleh investor ke pasar reksadana sepanjang tahun lalu, bersamaan dengan keluarnya dana dari produk turunan obligasi sebanyak $80 miliar (data Investment Company Institute).

Dalam periode lima tahun sejak 2008 hingga 2012, investor menarik uang lebih dari $500 miliar dari produk saham dan memasukkan $1 triliun ke portofolio lebih aman yakni surat hutang. Kekhawatiran akan tergerusnya nilai aset berisiko kala itu mendorong masyarakat dunia untuk menaruh uang di tempat yang lebih aman. Jika mengacu pada siklus tersebut, maka bisa disimpulkan betapa banyaknya dana yang masih menunggu untuk masuk ke Wall Street di tengah optimisme pemulihan ekonomi global. Fenomena ini bisa berpengaruh langsung terhadap pergerakan harga ekuitas perusahaan dalam 12 bulan ke depan.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar