Selasa, 24 Januari 2017

market-outlook  Market Outlook

Angka Pengangguran akan Paksa RBA Pangkas Bunga

Selasa, 5 Februari 2013 11:58 WIB
Dibaca 779

Monexnews - Reserve Bank of Australia (RBA) hari ini mempertahankan suku bunga acuannya di level terendah dalam setengah abad terakhir. Otoritas moneter negeri kangguru bahkan membuka peluang penurunan suku bunga lebih lanjut mengingat masih lemahnya daya serap tenaga kerja.

"Outlook inflasi memberikan ruang kebijakan lebih luang, apabila diperlukan untuk menggenjot permintaan," ujar Gubernur RBA, Glenn Stevens dalam pernyataan resminya. Level 3% yang ditetapkan oleh Stevens dan kolega sesuai dengan prediksi 24 dari 28 analis yang disurvei oleh Bloomberg, sementara 4 orang lainnya memperkirakan pemangkasan 0,25 poin persentase.

Pelaku pasar menilai statement Stevens sebagai indikasi adanya pelonggaran moneter baru dalam waktu dekat, dengan cara memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya. Apalagi RBA selama ini juga gerah dengan soliditas kurs Aussie, yang justru menggerus daya saing produk negeri kangguru di negara tujuan. Pelemahan nilai tukar semakin diperlukan di tengah rendahnya daya beli konsumen di beberapa wilayah, termasuk Amerika dan Eropa. "Perekonomian Australia akan berada di bawah trend tahun ini," demikian komentar Stevens, lebih pesimis dibanding pernyataan tujuh pekan lalu.

RBA telah melihat adanya kenaikan permintaan untuk barang-barang durable, peningkatan harga rumah dan tumbuhnya pesanan konstruksi properti. Akan tetapi otoritas menilai bahwa seharusnya kondisi fundamental ekonomi bisa lebih baik lagi. "Di sisi lain, nilai tukar AUD tetap tinggi sehingga menghambat kinerja ekspor, sementara permintaan kredit lemah dan pihak pengusaha enggan mencari pinjaman," keluh Stevens.

Selain Dollar Australia, yield obligasi negara ini juga turun sebanyak 9 basisi poin ke 2,85% atau nyaris menjadi penurunan paling tajam sejak September. Traders kini bertaruh bahwa peluang pemangkasan suku bunga di bulan Maret adalah sebesar 58% (sumber Bloomberg). Asumsi itu berdasarkan pada potensi kenaikan angka pengangguran ke 5,5% di bulan Januari, atau level tertinggi sejak April 2010. "Kita lihat angka pengangguran bertambah dan daya serap tenaga kerja tetap rendah, RBA mencrmati hal ini," tutup Stevens. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar