Market Outlook

Apa yang Bisa Diharapkan dari EU Summit?

Kamis, 28 Juni 2012 11:22 WIB
Dibaca 1620

Monexnews - Beberapa poin pembahasan penting menunggu delegasi Eropa di Brussel.  

Pertemuan Tingkat Tinggi Eropa (EU Summit) siap digelar selama dua hari di ibukota Belgia pada 28-29 Juni 2012. Pemimpin 27 negara Uni Eropa berupaya mencari solusi konkrit untuk mengatasi krisis keuangan yang menghantui kawasan selama dua tahun terakhir. Pelaku pasar sangat menantikan adanya kebijakan dramatis yang digagas oleh delegasi yang hadir. "Masalah utama bukan hanya integrasi ekonomi, namun juga kepercayaan ekonomi euro-area dan komitmen terhadap proyek bersama," ujar Presiden Komisi Eropa, Jose Barroso, kepada media kemarin.

Beberapa pekerjaan rumah telah menanti pejabat tinggi Eropa. Peserta forum Summit harus mampu menerjemahkan isu-isu negatif ke dalam rangkaian program konkrit. Memang sulit berharap perbaikan kondisi ekonomi, fiskal dan moneter dalam waktu singkat. Tetapi publik Eropa tentu layak mendapat sinyal optimisme dari apa yang akan digagas oleh otoritas Eropa. Berikut adalah agenda utama Summit Uni Eropa hari ini:

- Banking Union

Selama ini bank sentral (ECB) memegang kuasa atas regulasi moneter di kawasan. Sejatinya Eropa membutuhkan komando yang sama dari sebuah institusi supaya sistem perbankan semua negara jadi lebih sehat. Di dalam praktiknya bisa ternasuk penambahan wewenang ECB, angka jaminan simpanan yang sama serta mekanisme pengucuran bailout kepada bank-bank besar. Selama ini, ECB tidak memiliki tanggung jawab seluas itu dan delegasi Eropa harus mampu menerjemahkan kebutuhan sektor keuangan saat ini. Banking Union dapat memulihkan kepercayaan terhadap sistem perbankan dan mengikis efek negatif penyakit perbankan ke sistem moneter.

Di Spanyol, bank adalah salah satu pembeli terbesar obligasi pemerintah. Artinya, bailout untuk pemerintah sama artinya dengan kejatuhan bank-bank pemiliki surat hutang, pun sebaliknya. Hal inilah yang harus dihindari melalui adanya sistem baku yang dimotori oleh otoritas bank kawasan. Summit idealnya juga mampu mengajak Inggris ke dalam kesatuan sistem perbankan yang mereka buat nantinya.

- Kesatuan Fiskal

Secara fundamental, negara-negara pengguna mata uang euro memang mengikuti kebijakan yang dibuat oleh pusat. Namun kalau soal pengeluaran dan dana belanja, setiap negara mempunyai kebijakan yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang membuat beberapa negara gagal menjaga keseimbangan neraca hingga bangkrut, seperti apa yang dialami Yunani. Oleh karena itu, delegasi Eropa harus mampu membentuk aturan fiskal yang bersifat baku dan mengikat semua negara. Di dalamnya termasuk penetapan batas atas dan bawah dari level hutang pemerintah, berikut sanksi bagi mereka yang melanggarnya.

- Obligasi Bersama (Eurobonds)

Presiden Prancis, Francois Hollande, menyerukan supaya agenda pembahasan obligasi bersama harus tetap di atas meja. Obligasi ini dibutuhkan sebagai media penggalangan dana yang valid sekaligus parameter kepercayaan pelaku pasar keuangan terhadap kondisi ekonomi Eropa. Namun wacana ini kemungkinan masih ditentang oleh Angela Merkel, yang cenderung melihat obligasi bersama merugikan negaranya. Pasar tidak perlu berharap munculnya Eurobonds dalam waktu cepat.

- Stimulus Ekonomi

Kepala negara Jerman, Prancis, Italia dan spanyol pekan lalu menyepakati paket perbaikan ekonomi senilai 130 miliar euro atau setara 1% dari GDP euro-zone. Pemerintah Eropa juga berencana menambah amunisi European Investment Bank guna menggenjot pertumbuhan dan memperluas lapangan kerja. Perlambatan ekonomi terjadi hampir di seluruh belahan Eropa, dan beberapa negara sudah mengalami resesi.

- Spanyol

Pertemuan hari ini dihelat satu hari setelah Madrid mengajukan dana talangan secara resmi. Pemerintah Spanyol membutuhkan dana dalam waktu cepat untuk membantu bank-bank yang sedang krisis. Bailout memang hampir pasti dikurcurkan, namun yang jadi pertanyaan adalah mekanisme pemberian dana. Apakah langsung dimasukkan ke dalam kocek bank yang bermasalah atau melalui pemerintah. Jika bailout harus diberikan pada pemerintah terlebih dahulu maka beban hutang negara akan makin membengkak.

- Yunani

Tidak lengkap rasanya jika summit kali ini tidak membahas soal Yunani, titik awal kerusakan sistem moneter kawasan. Perdana Menteri Antonis Samaras diperkirakan hadir setelah pulih dari operasi mata. Ia kemungkinan me-renegosiasi klausul program pemangkasan yang harus dijalankan negaranya. Sebagai timbal balik, Uni Eropa bisa saja memasukkan persyaratan baru guna mengakomodasi keinginan tersebut.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar