Sabtu, 25 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Arti Penting di Balik Data Inflasi China

Jumat, 8 Februari 2013 10:36 WIB
Dibaca 873

Monexnews - Bank Sentral China mulai melihat adanya potensi ancaman inflasi di tengah perbaikan ekonomi domestik. Pemerintah Beijing sudah disarankan untuk mulai mengambil langkah serius untuk melakukan stabilisasi harga konsumen, khususnya bila data siang ini menunjukkan adanya tekanan signifikan.

Perekonomian China kembali pulih dari perlambatan terparah sejak 13 tahun lalu. Namun sebagaimana halnya dengan negara ekonomi lain, China di saat yang sama harus meredam laju inflasi supaya tidak terlalu tinggi. Dalam laporannya hari Rabu, People Bank of China (PBOC) meminta semua pihak sekarang untuk memberi prioritas kebijakan pada stabilitas harga. Hal ini berbeda dengan rekomendasi beberapa bulan sebelumnya, di mana upaya percepatan ekonomi menjadi target utama pemerintah.

"Data inflasi sangat penting, karena sangat menentukan kemunculan sebuah kebijakan moneter yang lebih ketat dibanding sebelumnya," ujar Alistair Chan, Ekonom Moody's Analytics, Sydney. Menurut Chan, bank sentral pekan ini sudah mengutarakan kecemasannya, oleh karena itulah mengapa data inflasi hari ini lebih penting ketimbang sebelumnya.

Consumer Price Index (CPI) China melonjak hingga level tertinggi 7-bulan pada bulan Desember lalu di 2,5% dibandingkan satu tahun sebelumnya. Chan memperkirakan kenaikan inflasi 2,2% di bulan Januari, atau sedikit lebih rendah dibandingkan akhir tahun lalu. Analis lembaga keuangan Barclays juga memprediksi angka yang sama untuk data inflasi Desember. "Kami fokus pada angka inflasi, kalau harga ternyata naik maka kian menambah tekanan pada pemerintah," tutur Jonathan Barratt, Pendiri Buletin Komoditi, Barratt's Bulletin.

Tekanan inflasi memang merupakan konsekuensi dari serial pelonggaran moneter yang dilakukan pemerintah. Sepanjang 2012, China telah menggelontorkan dana senilai $150 miliar ke dalam sistem ekonomi plus dana belanja infrastruktur dan insentif bagi eksportir. Bank sentralnya juga sudah memangkas suku bunga sebanyak dua kali serta menurunkan rasio kecukupan modal perbankan. Kemurahan hati pemerintah bisa berbalik arah seandainya laporan inflasi pukul 12.30 WIB dirilis lebih tinggi dibanding data November. Pelaku pasar keuangan bisa dipaksa untuk kembali beradaptasi dengan iklim kebijakan moneter yang lebih ketat.  

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar