Kamis, 20 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Asia Akan Dibangunkan Oleh Sederet Data China

Senin, 7 Juli 2014 13:55 WIB
Dibaca 796

Monexnews -

Mengawali pekan ini sentimen pasar di Asia terlihat lesu lantaran minimnya petunjuk pasar menyusul tutupnya lantai bursa Wall Street di akhir pekan lalu (4/7) berkenaan libur independence day.

Namun fokus investor kembali akan tersita oleh sederet data ekonomi yang akan rilis dari negara terbesar ke-2 di dunia – China. Hari Rabu (9/7), China akan merilis data inflasi y/y bulan Juni yang diperkirakan menurun tipis setelah melonjak tajam hingga 2.5% pada bulan Mei yang merupakan tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Menurunnya tingkat inflasi Juni diprediksi akibat mengendurnya tekanan harga-harga secara umum terutama terkait melambatnya sektor perumahan dibanding harga energi yang relatif stabil.

Di hari Kamis (10/7), China juga akan merilis angka neraca perdagangan - Juni yang diperkirakan masih surplus dengan angka import yang akan mengalami lonjakan signifikan hingga +5.8% dari bulan sebelumnya (-1.6%). Tingginya angka import China tentu akan disambut baik oleh negara-negara tetangga disekitarnya yang bergantung pada pasar China sebagai tujuan eksport utama mereka.                     

Sementara negeri sakura Jepang akan merilis data current account surplus bulan Mei yang diperkirakan mencatat kenaikkan dari bulan sebelumnya. Data yang sedianya akan tayang hari Selasa (8/7) itu akan menjadi gambaran investor apakah kenaikkan pajak penjualan yang di rilis awal April lalu, berpengaruh terhadap nilai perdagangan atau tidak. Kemudian data machinery orders bulan Mei dan consumer confidence bulan Juni juga akan rilis hari Kamis (10/ 7).

Selain itu, Korea Selatan sedianya akan merilis angka pertumbuhan eksport dan import bulan Juni pada hari Rabu, dan keputusan suku bunga Bank of Korea pada hari Kamis yang diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga di level 2.5%. Dari Hong Kong, otoritas kota tersebut akan merilis data cadangan devisi pada hari Senin (7/7) yang diprediksi masih akan stabil pada kisaran $300 milyar. Sedangkan pasar uang Indonesia akan tutup pada hari Rabu (9/7) berkenaan libur pemilihan presiden.        



(Daru Wibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar