Senin, 27 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

'Bull Market Bisa Berlangsung Lama'

Jumat, 1 Februari 2013 12:31 WIB
Dibaca 773

Monexnews - <span style="font-size:13px;line-height:19px;">Penguatan harga saham Amerika Serikat belum berakhir. Meski diwarnai koreksi-koreksi kecil, ketiga indeks utama masih bertengger di level tingginya masing-masing.

Setiap pelaku pasar memiliki persepsinya masing-masing dalam menyikapi trend pasar terkini. Ada yang pesimis dengan kesinambungan rally, namun banyak pula yang optimis bursa saham mampu merangsek ke rekor baru tahun ini. Salah satu eksekutif yang optimis dengan kinerja saham Amerika adalah Richard Bernstein dan Richard Bernstein Advisors. Dalam pidatonya di TDAmeritrade Institutional conference (Kamis 31/01), Bernstein nebyatakan bahwa bull market tahun ini bisa menjadi yang terpanjang dalam sejarah. ]

"Kata 'ketidakpastian' memberitahu kita bahwa ada peluang besar di pasar," ujarnya. Pun demikian, Bernstein tidak menyangkal akan adanya begitu banyak faktor penghambat kinerja bursa dalam beberapa waktu ke depan, mulai dari inflasi, penurunan marjin laba korporasi, perlambatan ekonomi nasional hingga kebijakan pajak yang kurang akomodatif.

Bagi Bernstein, bull market dilatarbelakangi oleh rasa takut dan kebingungan investor dalam mengambil keputusan. Sementara indikasi datangnya bear market yaitu valuasi harga berlebih (overvaluation) dan antusiasme yang kelewat batas, belum terlihat di awal tahun 2013. Padahal indeks utama saat ini tengah berjuang menggapai level tertingginya dalam sejarah.

Seiring peningkatan harga saham, Bernstein melihat adanya peluang dari saham-saham berbasis manufaktur. Kebangkitan manufaktur merupakan hal terbaik yang bisa dialami oleh pasar ekuitas dunia. Ia memang yakin manufaktur Amerika tidak akan kembali ke masa jayanya seperti tahun 1950-1960an. Namun kinerja keuangannya akan meningkat karena biaya upah pekerja dan energi semakin kompetitif. Tema ini sudah menjadi topik utama di Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss bulan ini. Biaya energi yang murah adalah faktor yang mendukung pergerakan bisnis dunia saat ini.

Sedangkan analis ternama lainnya, Byron Wein, adalah salah satu pihak yang pesimis dengan performa bursa dalam beberapa bulan ke depan. Ia bahkan memprediksi indeks S&P 500 kembali pada level saat mengawali tahun ini. "Pada akhirnya faktor fundamental emiten yang akan mengendalikan pasar, dan laporan keuangan mereka akan mengecewakan," ujar Eksekutif Blackstone Advisory Partners ini. Analisa siapa yang benar masih menjadi pertanyaan besar dan hanya bisa dijawab di penghujung tahun 2013. 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar