Kamis, 14 Desember 2017

market-outlook  Market Outlook

Bursa Jepang Akan Cermati Data Domestik Sebagai Katalis

Senin, 25 Agustus 2014 14:41 WIB
Dibaca 1028

Monexnews -

Penguatan bursa saham Jepang di awal pekan ini (Senin, 25/08), terutama berkat ditopang oleh pelemahan nilai tukar yen yang terpuruk cukup dalam terhadap dollar AS, bahkan mencatat level terlemahnya dalam tujuh bulan terakhir yaitu sejak Januari silam.

Tergerusnya yen hari ini terutama setelah Pimpinan Federal Reserve AS - Janet Yellen, dalam pertemuan bank sentral di Jackson Hole pada hari Jumat lalu, memberikan indikasi bahwa tingkat suku bunga tidak menutup kemungkinan bisa naik lebih cepat dari jadwal sebelumnya jika sektor tenaga kerja terus menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Sedangkan Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, dalam pertemuan tersebut juga kembali menegaskan bahwa pihaknya akan mempertahankan kebijakan moneter longgar hingga tercapainya sebuah stabilitas harga, dan akan memberikan stimulus tambahan jika inflasi melambat.

Efek dari pernyataan tersebut membuat dollar AS melambung versus yen, sehingga USDJPY tercatat pada kisaran 104.14 setelah terpuruk dalam hingga 104.43 terhadap dollar AS saat pukul 14.10 WIB.

Sedangkan pada penutupan perdagangan hari Jumat lalu, USDJPY berakhir pada level 103.92 setelah sempat melemah hingga ke level 104.18, platform Reuters. Dan akibat dari pelemahan yen tersebut, indeks saham Nikkei - Jepang berakhir menguat +0.48% dan meraih gain sebanyak +74.06 poin pada kisaran 15613.25 pada perdagangan hari Senin (25/08).       

Sementara di tengah meningkatnya suhu politik dunia, investor kembali akan terfokus ke data-data ekonomi domestik yang akan rilis sepanjang pekan ini sebagai petunjuk pasar. Pemerintah Jepang sedianya akan merilis data inflasi, tingkat pengangguran, dan household spending bulan Juli yang dijadwalkan akan tayang hari Kamis (28/8).

Masih di hari yang sama, Jepang juga akan merilis data retail sales dan industrial output bulan Juli. Sederet data tersebut diharapkan bisa memberikan indikasi yang lebih jelas bagi investor terhadap kondisi perekonomian Jepang dalam menghadapi kenaikan pajak konsumsi yang telah berlangsung sejak April silam.

 

 

(DaruWibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar