Jumat, 24 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Bursa Jepang Belum Merespon Wacana Penurunan Pajak

Kamis, 22 Mei 2014 16:03 WIB
Dibaca 651

Monexnews - Pemerintah Jepang mulai bergerak untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan gairah bisnis di dalam negeri. Setelah menaikkan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% pada awal April kemarin, Tokyo juga sedang mempersiapkan kebijakan tandingan berupa keringanan pajak bagi pelaku usaha. 

Perdana Menteri Shinzo Abe sudah mengutarakan niatnya untuk mempermudah kinerja pebisnis domestik dengan menurunkan pungutan pajak terhadap perusahaan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat roda ekonomi nasional, yang tersendat pasca kenaikan pajak penjualan bulan lalu. Namun demikian, wacana yang ditebar pemerintah belum sepenuhnya diserap oleh pelaku pasar, terutama bursa saham. Hal ini tercermin dari kinerja indeks utama Nikkei yang cenderung biasa-biasa saja di tengah ekspektasi penurunan pajak korporasi.

"Menkeu Amari memang sudah menyatakan niatnya untuk menurunkan pajak perusahaan sebanyak 20-29% dalam lima tahun ke depan sampai tahun 2019. Namun banyak figur dari Partai Demokratik Liberal kurang menyambut baik," demikian pendapat analis Nomura Research, Tomo Kinoshita, kepada Dow Jones Newswires. Menurutnya, pelaku pasar baru akan bereaksi setelah pemerintah mengumumkan rincian kebijakan pajak, misalnya dengan memaparkan angka spesifik dan jangka waktu berlakunya. Investor saat ini masih skeptis dalam menyikapi rencana itu sehingga enggan melakukan aksi beli.

Jepang pada bulan lalu menaikkan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi rasio hutang yang telah mencapai 200% dari nilai GDP. Sebagian pelaku pasar khawatir kenaikan pajak akan memupus momentum pemulihan ekonomi Jepang nasional seperti yang terjadi pada tahun 1997, ketika Jepang menaikkan pajak penjualan dari 3% menjadi 8%. Dan apabila situasi terus seperti sekarang, maka perekonomian Jepang diperkirakan mengalami kontraksi atau perlambatan pada kuartal II 2014. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memprediksi ekonomi Jepang hanya akan tumbuh 1.4% tahun ini sebelum akhirnya turun lagi menjadi 1% pada tahun depan.

Dengan mempertimbangkan berbagai risiko, PM Abe kemudian memunculkan wacana penurunan pajak perusahaan. Meskipun detail-nya belum jelas, pelaku pasar berharap pelonggaran baru pemerintah tersebut mampu membantu upaya pencapaian target inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar