Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

market-outlook  Market Outlook

China dan Jepang akan Dominasi Headline Ekonomi Asia

Senin, 28 April 2014 10:35 WIB
Dibaca 702

Monexnews - Kalau biasanya data ekonomi Amerika dan Eropa yang menentukan arah harga produk keuangan, maka tidak demikian halnya dengan pekan ini. Sentimen utama di pasar finansial akan berasal dari dua negara terbesar Asia, yakni Jepang dan China.

Bank of Japan (BOJ) akan menggelar pertemuan rutin pertamanya sejak kenaikan pajak konsumsi yang berlaku 1 April lalu. Bank sentral akan mengevaluasi situasi harga produk di tingkat konsumen dan menganalisa apakah perubahan kebijakan pajak tersebut benar-benar memperlambat roda ekonomi nasionalnya. Sedangkan untuk suku bunga, BOJ kemungkinan besar akan menahannya sementara waktu. Penurunan suku bunga atau program pelonggaran moneter baru dianggap terlalu dini untuk diterapkan di pertengahan kuartal II. Otoritas membutuhkan rangkaian data yang lebih lengkap sebelum menyimpulkan bahwa sektor ekonomi Jepang memang membutuhkan stimulus baru.

Adapun data yang bisa mencerminkan kondisi ekonomi Jepang terkini adalah laporan produksi industri, yang akan diumumkan hari Rabu (30/04). Dua data lain yang akan menggambarkan efek kenaikan pajak konsumsi yaitu laporan belanja rumah tangga dan jumlah tenaga kerja, di mana keduanya rilis pada hari Jumat (02/05). Analis keuangan memprediksi BOJ baru akan mengeluarkan stimulus di kuartal II, jika kenaikan pajak terbukti menghambat laju ekonomi.

Sementara data yang tidak kalah penting akan datang dari China. Purchasing Managers' Index atau PMI versi HSBC diprediksi naik secara bertahap ke kisaran 49-50 mulai laporan yang akan keluar 1 Mei mendatang hingga beberapa bulan berikutnya. Sedangkan PMI resmi pemerintah juga diperkirakan meningkat ke kisaran 50.5-51.0 di awal semester II.

Pada bulan April lalu, pemerintah China melakukan berbagai upaya untuk menggenjot roda ekonomi melalui program agresif. Selain menambah belanja modal untuk pembangunan rel transportasi, Beijing juga memperbarui kebijakan rumah untuk warga kelas bawah dan menurunkan pajak untuk usaha kecil.

Selain dinamika yang terjadi di Asia, pelaku pasar keuangan juga wajib memantau perkembangan di Amerika Serikat. Federal Reserve Bank akan menghelat rapat rutinnya pada hari Rabu-Kamis besok untuk mendiskusikan efektivitas kebijakan dalam sebulan terakhir. Otoritas diperkirakan melanjutkan pemotongan porsi stimulus sebanyak $10 miliar ke angka $45 miliar per bulan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar