Rabu, 20 September 2017

market-outlook  Market Outlook

Data China dan Bank Sentral Jadi Headline Pasar Pekan Ini

Senin, 16 Juni 2014 11:30 WIB
Dibaca 862

Monexnews -  Data ekonomi dan alur kebijakan bank sentral negara maju akan mendominasi pergerakan harga saham Asia Pasifik pekan ini. China dan Amerika Serikat kembali menjadi kiblat bagi pelaku pasar sebelum mereka mengatur investasi portofolionya.

Pekan akan dimulai dengan rilis data investasi asing langsung ke China atau (FDI) untuk periode Mei 2014. Pada bulan April lalu, angka FDI melonjak 3.4% dibandingkan bulan yang sama tahun 2013. Namun investor tidak yakin kalau data FDI terbaru hari ini akan serupa dengan catatan bulan lalu, mengingat harga dan minat terhadap aset sektor properti mulai menurun. Data lainnya yang mampu mempengaruhi psikologi pelaku pasar adalah laporan indeks harga grosiran (WPI) negara India.

Pada hari Rabu (18/06), dua data kelas berat akan dirilis ke publik yaitu laporan perdagangan Jepang dan indeks harga rumah China. Menurut National Australia Bank, Jepang akan mencatat defisit 1.22 triliun Yen (nominal) dan 1.07 triliun Yen (disesuaikan secara musiman). Angka tersebut lebih besar dibandingkan jumlah defisit bulan April lalu yang sebesar 0.8 triliun Yen.

Sementara di China, trend penurunan kinerja sektor properti semakin terbukti setelah data hari Jumat kemarin menunjukkan bahwa investasi real estat melemah di bulan Mei. Pun demikian, analis di pasar menilai penurunan ini akan bisa ditutupi oleh efek stimulus kecil yang diluncurkan oleh pemerintah, di mana sebagian dana dipakai untuk membiayai proyek infrastruktur.

Data paling penting pekan ini baru akan keluar pada hari Jumat (20/06) yakni laporan indeks purchasing manager (PMI) versi cepat negara China untuk bulan Juni. Untuk edisi Mei lalu, PMI HSBC naik menjadi 49.4 dabri catatan bulan April, 48.1.

Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia dijadwalkan menggelar rapat pada hari Selasa. Namun efek dari agenda ini diperkirakan kecil karena nyaris tidak ada potensi perubahan kebijakan dalam waktu dekat. Kemudian baru pada hari Rabu, Federal Reserve Bank mengadakan rapat untuk membahas soal pola kebijakan terbaru. Bank Sentral Amerika diyakini kembali memangkas porsi pembelian obligasinya sebanyak $10 miliar sehingga total stimulus hanya tersisa $35 miliar per bulan. Kalaupun ada hal yang belum terprediksi secara jelas adalah tentang proyeksi ekonomi dan konferensi pers gubernur Janet Yellen.  

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar