Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

market-outlook  Market Outlook

Desakan ‘Cut Rate’ Kian Santer Terhadap Bank of Korea

Jumat, 1 Agustus 2014 11:41 WIB
Dibaca 729

Monexnews -

Hingga sesi siang di perdagangan hari Jumat (01/08), pasar Korea Selatan nampak masih tertekan di kisaran negatif meskipun permerintah merilis angka inflasi bulanan yang meningkat.

Kalangan investor lebih terpengaruh oleh sentimen aksi jual di kawasan Asia sekaligus untuk membukukan laba setelah bursa Seoul mencapai titik terkuatnya dalam 3 tahun terakhir yang tercatat pada hari Rabu lalu.

Tadi pagi pemerintah merilis data inflasi (CPI m/m) yang mencatat kenaikkan 0.1% di bulan Juli dari bulan sebelumnya sebesar -0.1%. Namun angka inflasi tahunan (CPI y/y) tercatat menurun tipis ke angka +1.6% dari periode sebelumnya +1.7%.

Pekan lalu, Bank of Korea melaporkan bahwa produk domestik bruto Korsel (GDP) tumbuh 0,6% pada kuartal II 2014, menurun dari kuartal sebelumnya di level 0.9%, dan lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 0,7%. Dibandingkan tahun sebelumnya, GDP y/y Korsel tumbuh sebesar 3,6%, juga menurun dari triwulan sebelumnya di angka 3.9%.

Bahkan data fundamental sebelumnya mencatat bahwa tingkat belanja konsumen dilaporkan turun sebesar 0,3% dari periode sebelumnya, sekaligus merupakan penurunan terbesar sejak kuartal III tahun 2011.

Melihat tren pertumbuhan yang menurun tersebut, bank sentral Korea Selatan terpaksa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2014 ini menjadi 3.8% dari sebelumnya di angka 4% pada rapat kebijakan moneter terakhir.

Sedangkan untuk tingkat inflasi, Bank of Korea juga memproyeksikan bahwa angka inflasi akan berakselerasi sekitar 1.9% sepanjang tahun 2014 ini, setelah mencatat 1.3% di tahun 2013 yang merupakan angka inflasi paling lambat dalam 14 tahun terakhir.

Alhasil, bank sentral akan mengkaji kembali tingkat suku bunga di level saat ini dan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menurunkan suku bunga utama (cut rate) demi mendukung laju pertumbuhan yang ekspansif di negeri yang kaya akan gingseng tersebut.

Dalam rapat terakhirnya, bank sentral kembali mempertahankan suku bunga acuan tetap pada kisaran 2.5% dan level itu tidak berubah sejak bulan Mei tahun 2013 lalu. Namun desakan untuk pemangkasan suku bunga atau cut rate kini telah bermunculan dan diperkirakan hal itu akan terealisasi saat pertemuan kebijakan pada tanggal 14 Agustus ini.

 

 

(DaruWibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar