Jumat, 21 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Efektivitas Stimulus Jepang Menuai Keraguan

Jumat, 5 April 2013 12:09 WIB
Dibaca 714

Monexnews - Meski disambut baik oleh pelaku bisnis dan ekonomi global, stimulus moneter yang dikucurkan bank sentral Jepang juga menuai cibiran dari banyak pihak. Pelonggaran moneter bukanlah wacana baru yang dieksekusi oleh bank sentral, karena sejak akhir 1989 silam otoritas sudah mengucurkan dana murah sebanyak lima kali. 

"Hasilnya (terhadap perekonomian) nyaris tidak terlihat, kecuali berupa sentimen semata," demikian ulasan analisa lembaga keuangan DBS. Dalam laporan penelitiannya, institusi finansial ini mengambil analogi unik tentang apa yang dilakukan oleh BOJ beberapa bulan terakhir. "Suntikan dana baru tidak akan mampu memutar roda ekonomi," ulas DBS. Ibarat seorang peternak kuda, bank sentral tidak bisa memaksa ternaknya untuk minum di sebuah kolam. Pun jika akhirnya sang peternak memutuskan untuk memperluas kolamnya, bukan berarti kuda-kuda itu bersedia minum lebih banyak. Singkat kata, DBS menilai langkah yang diambil oleh otoritas kemarin belum tentu sukses seperti harapan awal.

Pasca pengumuman stimulus, harga saham memang melonjak dan nilai tukar Yen melemah cepat. Fenomena tersebut memicu munculnya optimisme baru tentang masa depan ekonomi Jepang yang lebih baik. Akan tetapi untuk menciptakan gairah ekonomi yang berkesinambungan, pemerintah harus menggenjot pencapaian inflasi, bersamaan dengan percepatan ekonomi. Laju ekonomi yang ideal bisa dilihat dari siklus kenaikan harga produk, permintaan domestik dan sektor perumahan. Sampai sekarang belum ada gejala seperti itu di Jepang. DBS memprediksi pertumbuhan GDP Jepang di atas trend 1,8% tahun ini namun tetap moderat untuk tahun 2014 dan seterusnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar